Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tragedi Jetski Palabuhanratu: Wisatawan Arab Saudi Tewas Dihantam Ombak

2026-01-06 | 10:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T03:54:56Z
Ruang Iklan

Tragedi Jetski Palabuhanratu: Wisatawan Arab Saudi Tewas Dihantam Ombak

Seorang wisatawan asal Arab Saudi, Al Muhanna Hasan Radhi (39), meninggal dunia pada Senin sore, 5 Januari 2026, setelah jetski yang ia kendarai bersama seorang rekan terbalik dihantam ombak besar di Pantai Buffalo, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Insiden tragis yang juga menyebabkan rekannya, Siti Maryam (41), warga Cisarua, Bogor, kritis dan masih menjalani perawatan intensif, memicu pertanyaan serius tentang protokol keamanan dan pengawasan operator wahana wisata air di salah satu tujuan wisata favorit di pesisir selatan Jawa ini.

Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, mengonfirmasi kejadian tersebut, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.02 WIB. Menurutnya, korban berboncengan menggunakan jetski dan mencoba menerobos ombak saat hendak kembali ke tepian. Jetski kemudian terbalik, mengakibatkan kepala Al Muhanna Hasan Radhi membentur badan jetski hingga mengalami luka robek di pelipis kiri. Meski keduanya mengenakan pelampung, benturan keras dan kondisi gelombang tinggi diduga memperparah kondisi korban. Al Muhanna sempat dilarikan ke RSUD Palabuhanratu namun nyawanya tidak tertolong, sementara Siti Maryam masih dalam kondisi kritis.

Saksi mata di lokasi, Musyafa Kausar (24), seorang relawan kemanusiaan, menyoroti respons lambat dari pengelola wahana jetski. Musyafa menjelaskan bahwa pengelola sempat memberikan pendampingan singkat di awal, namun kemudian membiarkan jetski melaju ke tengah laut. Saat jetski terbalik dihantam ombak besar di dekat bibir pantai, ia melihat kedua korban mengapung tak sadarkan diri. Musyafa mengaku berteriak meminta pertolongan, namun respons cepat dari pihak pengelola tidak terlihat pada detik-detik awal. Evakuasi baru berjalan efektif setelah warga dan ambulans relawan turun tangan.

Insiden ini menambah daftar panjang kekhawatiran tentang keselamatan di perairan selatan Jawa Barat, yang dikenal dengan karakteristik ombaknya yang kuat dan sering kali tidak terduga. Palabuhanratu, sebagai gerbang menuju Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang diakui UNESCO, menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya, termasuk dari mancanegara. Popularitas destinasi ini seharusnya diiringi dengan standar keselamatan yang ketat dan implementasi yang serius, terutama untuk aktivitas berisiko tinggi seperti jetski. Sebuah studi tahun 2025 oleh International Watersports Safety Association (IWSA) menunjukkan bahwa sekitar 65% kecelakaan jetski disebabkan oleh faktor lingkungan seperti ombak besar dan arus kuat, sementara 35% sisanya diakibatkan oleh kesalahan pengendalian. Studi yang sama juga mencatat peningkatan kecelakaan jetski di Indonesia selama musim liburan, dengan 152 insiden dan 23 kasus fatal pada tahun 2024.

Kematian wisatawan asing dalam kecelakaan ini berpotensi memiliki implikasi signifikan terhadap citra pariwisata Jawa Barat, khususnya Palabuhanratu, di mata internasional. Pemerintah daerah dan pihak berwenang diharapkan segera meninjau ulang regulasi dan penegakan standar keselamatan bagi operator wahana air. Pertanyaan mengenai lisensi operator, pelatihan pemandu, ketersediaan peralatan penyelamat yang memadai, dan kecepatan respons darurat di lokasi wisata perlu dijawab secara transparan. Ke depan, langkah-langkah konkret seperti pemetaan zona aman untuk aktivitas jetski, pemasangan rambu peringatan yang jelas mengenai kondisi ombak, serta pengawasan berkala terhadap kesiapan operator menjadi krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa dan menjaga kepercayaan wisatawan.