Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak 7 Fakta Pilu Kebakaran Terra Drone Jakpus yang Renggut 22 Nyawa

2025-12-10 | 15:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-10T08:15:56Z
Ruang Iklan

Menguak 7 Fakta Pilu Kebakaran Terra Drone Jakpus yang Renggut 22 Nyawa

Api kebakaran melanda gedung kantor Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Desember 2025, menewaskan 22 orang dan menyebabkan puluhan lainnya terluka. Insiden tragis ini, yang diduga dipicu oleh ledakan baterai drone di lantai satu, mengejutkan publik dan memicu penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengonfirmasi jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Salah satu korban yang meninggal dunia diketahui sedang hamil tua dan dijadwalkan melahirkan pada Januari 2026, bernama Novia Nurwana. Korban lain yang teridentifikasi antara lain Yoga Valdie Yasser, Apri, Aril, Cendy, Reyhan, Mirza, dan Saiful. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Penyebab utama kematian para korban diduga kuat karena asfiksia atau lemas akibat menghirup gas karbon dioksida (CO₂) dan asap tebal yang dengan cepat memenuhi lantai-lantai atas gedung berlantai tujuh tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, insiden bermula sekitar pukul 12.30 hingga 12.43 WIB saat terdengar bunyi ledakan keras di lantai satu, yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan. Api kemudian menyebar dengan cepat dan asap pekat segera memenuhi lantai dua, tiga, hingga ke lantai enam, menjebak banyak karyawan yang sedang beristirahat makan siang.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Megantara, mengungkapkan bahwa karyawan sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) di lantai satu, namun upaya tersebut gagal karena api yang cepat membesar. Akses keluar gedung di lantai dasar terhalang oleh kobaran api, sehingga menyulitkan evakuasi. Beberapa karyawan berhasil menyelamatkan diri dengan berlari menuju atap gedung dan menyeberang ke bangunan sebelah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat total 54 orang selamat dari insiden ini, dari total 76 pegawai.

Polres Metro Jakarta Pusat segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri untuk menelisik penyebab pasti kebakaran dan mencari tahu titik sumber api pertama. Dugaan awal mengarah pada baterai drone yang terbakar atau meledak. Selain itu, polisi juga akan mendalami ada atau tidaknya unsur kelalaian serta kelengkapan izin operasional dan standar keselamatan bangunan gedung Terra Drone. Sejumlah saksi, termasuk empat karyawan dan dua staf HR, telah dimintai keterangan, dan rencananya pemilik usaha serta pemilik gedung juga akan diperiksa.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan duka mendalam dan memastikan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia. Gubernur juga menyoroti pentingnya penegakan standar keamanan bangunan, terutama terkait jalur evakuasi, mengingat gedung enam lantai tersebut diduga tidak memiliki kesiapan memadai dalam hal keselamatan.

Terra Drone Indonesia merupakan cabang lokal dari Terra Drone Corporation, sebuah perusahaan teknologi drone global asal Jepang yang menyediakan layanan survei udara, inspeksi infrastruktur, dan analisis data. Pasca insiden, saham Terra Drone di Bursa Efek Tokyo dilaporkan anjlok 8 persen. Kedutaan Besar Jepang di Jakarta telah mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Jepang yang menjadi korban dalam kebakaran ini. Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan risiko inheren dalam industri dan pentingnya standar keamanan yang ketat.