Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tragedi Jambi: Api Hanguskan 6 Kios, Satu Jiwa Tewas Dalam Posisi Sujud yang Menggemparkan

2026-01-22 | 01:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T18:38:04Z
Ruang Iklan

Tragedi Jambi: Api Hanguskan 6 Kios, Satu Jiwa Tewas Dalam Posisi Sujud yang Menggemparkan

Satu pedagang nasi goreng, Slamet (48), ditemukan meninggal dunia dalam posisi bersujud setelah enam kios di Jalan Adam Malik, RT 37, Kelurahan Thehok, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, hangus terbakar pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 14.42 WIB. Insiden tragis ini, yang diduga bermula dari ledakan tabung gas di kios nasi goreng korban, menyebabkan kerugian material lebih dari Rp300 juta dan berdampak pada enam kepala keluarga atau sekitar 20 jiwa.

Api dengan cepat melalap deretan kios yang terdiri dari satu kios nasi goreng, tiga kios pakaian, satu kios kelontong, dan satu kios nasi uduk. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari, mengungkapkan bahwa timnya menerima laporan pada pukul 14.42 WIB dan tiba di lokasi sekitar 14.57 WIB. Sebanyak 11 hingga 13 armada mobil pemadam kebakaran dengan 80 hingga 120 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam, menghabiskan 64.000 liter air, dan menghadapi kendala kemacetan lalu lintas serta kerumunan warga di lokasi.

Menurut Mustari, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap menyerupai posisi sujud di depan kamar mandi kiosnya, dan dievakuasi menggunakan selimut api karena suhu tubuhnya masih panas. Ketua RT 37, Budi, menjelaskan bahwa Slamet sempat berhasil keluar dari kiosnya setelah ledakan terjadi, namun ia kembali masuk, kemungkinan untuk menyelamatkan anaknya atau barang berharga lainnya, sebelum akhirnya terjebak di dalam bangunan yang sudah dilalap api. Ledakan tabung gas yang diduga menjadi pemicu kebakaran tersebut diperkuat oleh keterangan saksi mata yang mendengar suara ledakan sebelum api membesar.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kebakaran di Kota Jambi yang kerap melibatkan kios atau bangunan semi permanen di kawasan padat penduduk. Beberapa insiden sebelumnya mencakup kebakaran di Jalan Sumantri Brojonegoro pada Juli 2023 yang menghanguskan enam tempat usaha, kebakaran dua kios akibat korsleting listrik pada Agustus 2025, serta insiden pembakaran sampah yang melalap tujuh kios pada Oktober 2024. Frekuensi kejadian menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam upaya mitigasi risiko kebakaran di tengah kepadatan permukiman dan aktivitas ekonomi.

Pemerintah Kota Jambi melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan telah berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pencegahan kebakaran. Pada September 2024, sebuah Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pencegahan Penanggulangan Kebakaran diselenggarakan, bertujuan memberikan pemahaman tentang bahaya dan cara penanganan bencana. Namun, tragedi seperti yang menimpa Slamet dan enam kios di Thehok menggarisbawahi urgensi implementasi regulasi keselamatan yang lebih ketat, khususnya terkait penyimpanan dan penggunaan tabung gas di usaha kecil. Penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian dari Polsek Jambi Selatan sedang berlangsung untuk memastikan penyebab pasti dan mengidentifikasi langkah-langkah pencegahan di masa depan. Peristiwa ini juga memunculkan kembali diskusi mengenai perlunya evaluasi berkala terhadap standar keselamatan di area komersial padat penduduk, serta pelatihan evakuasi dini bagi para pelaku usaha untuk meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.