:strip_icc()/kly-media-production/medias/3287583/original/053440900_1604549506-5_November_2020-1.jpg)
Himelda Sidabalok, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi, dan Maruli Tumpal Sirait, Wakil Ketua PN Cibadak, mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Jagorawi arah Sukabumi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 05:15 WIB, saat kendaraan yang mereka tumpangi dilaporkan oleng setelah menyentuh pembatas jalan dalam kondisi cuaca hujan. Insiden ini terjadi ketika kedua pejabat yudikatif tersebut sedang dalam perjalanan dari Cibinong menuju Sukabumi.
Kecelakaan yang melibatkan mobil dinas Mitsubishi Pajero Sport Dakar berwarna hitam bernomor polisi F 1067 S tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa bagian kendaraan. Meskipun demikian, Juru Bicara PN Sukabumi, Miduk Sinaga, mengonfirmasi bahwa kedua pejabat tersebut dalam kondisi stabil dan tidak mengalami luka serius. Himelda Sidabalok dilaporkan mengalami traumatis dan telah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Cibinong sebelum kemudian dirawat di kediamannya di Cibinong. Sementara itu, Maruli Tumpal Sirait, yang saat kejadian berada di balik kemudi, juga dalam kondisi baik dan dapat kembali beraktivitas.
Penyebab awal kecelakaan diduga kuat terkait dengan kondisi cuaca yang tengah diguyur hujan deras pada dini hari. Miduk Sinaga menjelaskan bahwa kendaraan tersebut sempat menyenggol pembatas jalan yang kemudian menyebabkan mobil oleng dan kehilangan kendali. Meskipun kronologi pastinya masih menunggu laporan resmi dan pendalaman lebih lanjut dari pihak kepolisian, faktor lingkungan seperti hujan lebat dan potensi jalan licin menjadi pertimbangan utama dalam analisis awal.
Insiden ini menyoroti risiko inheren dalam perjalanan darat, bahkan bagi pejabat publik yang menggunakan kendaraan dinas. Tol Jagorawi, sebagai salah satu arteri utama yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di Jawa Barat, dikenal memiliki volume lalu lintas tinggi dan rentan terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi keselamatan berkendara. Kecelakaan dini hari dalam kondisi hujan seperti ini mengingatkan pada pentingnya kewaspadaan ekstra, pengurangan kecepatan, dan menjaga jarak aman untuk mengantisipasi potensi aquaplaning atau berkurangnya daya cengkeram ban pada permukaan jalan basah.
Kejadian ini juga menggarisbawahi perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap protokol keselamatan perjalanan bagi pejabat negara, termasuk pelatihan mengemudi defensif dan pemeliharaan kendaraan yang ketat. Sementara penyelidikan oleh pihak berwenang terus berjalan untuk mengidentifikasi semua faktor penyebab, insiden ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan akan pentingnya adaptasi terhadap kondisi lingkungan dan kepatuhan terhadap standar keselamatan berlalu lintas guna mencegah dampak jangka panjang yang lebih serius.