:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462131/original/029389600_1767507379-1001465124.jpg)
Tim pencarian dan pertolongan gabungan di Labuan Bajo memperpanjang upaya menemukan dua anak laki-laki dari Fernando Martin Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, hingga Rabu, 7 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah jasad Fernando Martin Carreras (44) ditemukan mengapung di perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, pada Minggu, 4 Januari 2026, hari kesepuluh operasi pencarian. Kedua anak Fernando, Martin Garcia Mateo dan Martines Ortuno Enriquejavier, masih dinyatakan hilang setelah kapal pinisi KM Putri Sakinah yang mereka tumpangi tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2025.
Insiden tragis ini bermula ketika KM Putri Sakinah yang membawa enam anggota keluarga Fernando, empat awak kapal, dan satu pemandu wisata, mengalami mati mesin dan dihantam cuaca buruk di Selat Pulau Padar sekitar pukul 20.30 Wita. Keluarga tersebut sedang berlibur di destinasi pariwisata superprioritas Labuan Bajo. Istri Fernando, Ortuno Andrea, dan satu anaknya, Mar Martinez Ortuno, berhasil diselamatkan. Sementara itu, jenazah anak perempuan Fernando yang berusia 12 tahun, Anette, telah ditemukan pada 26 Desember 2025. Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Rudi Darmoko menjelaskan perpanjangan pencarian ini merupakan perpanjangan kedua, setelah perpanjangan pertama dilakukan dari 2 hingga 4 Januari 2026.
Kepala Kantor Basarnas Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa penemuan jenazah Fernando memberikan harapan baru bagi tim untuk menemukan korban lainnya. Operasi pencarian menghadapi tantangan signifikan akibat kondisi perairan yang dinamis, dengan gelombang tinggi sekitar 0,25 hingga 1,5 meter dan arus yang kuat di sekitar Perairan Pulau Padar, serta hujan lebat yang mengurangi jarak pandang. Tim SAR gabungan, yang melibatkan Basarnas, Ditpolairud Polda NTT, dan unsur lainnya, menggunakan Speed GT-01 yang dilengkapi sistem sonar untuk penyisiran permukaan dan penyelaman.
Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda, sebelumnya telah mengajukan permintaan resmi kepada Basarnas pada 31 Desember 2025, agar operasi pencarian terus dilanjutkan. Permintaan ini, bersama dengan evaluasi tim di lapangan, menjadi dasar keputusan perpanjangan pencarian. Keluarga korban dari Spanyol juga telah bergabung dalam upaya pencarian dan diajak melihat langsung titik tenggelamnya kapal untuk memahami kondisi lokasi kejadian.
Insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah memicu penyelidikan mendalam oleh Kepolisian Daerah NTT terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa. Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyatakan penyidikan berfokus pada aspek pengendalian kapal, kondisi mesin, serta penerapan prosedur keselamatan saat keadaan darurat. Awak kapal dan pihak-pihak terkait dalam operasional pelayaran serta layanan wisata telah diperiksa, dan sejumlah alat bukti serta dokumen kapal diamankan untuk analisis lebih lanjut sebelum penetapan status hukum. Kecelakaan berulang di perairan Labuan Bajo, yang merupakan salah satu destinasi pariwisata superprioritas, menggarisbawahi urgensi peninjauan ulang standar keselamatan maritim dan pengawasan operasional kapal wisata untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.