Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Solidaritas Kemenag di Puncak HAB ke-80: 38 Ribu Peserta Bergerak Bantu Bencana Sumatra

2026-01-07 | 22:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T15:35:14Z
Ruang Iklan

Solidaritas Kemenag di Puncak HAB ke-80: 38 Ribu Peserta Bergerak Bantu Bencana Sumatra

Puncak peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada Rabu, 7 Januari 2026, dipadati sekitar 38.000 hingga 45.000 peserta yang membaur dalam semangat kerukunan dan solidaritas. Acara ini menjadi momentum vital bagi Kementerian Agama untuk menggalang donasi kemanusiaan bagi korban bencana di sejumlah wilayah Sumatra, menegaskan peran institusi keagamaan dalam respons darurat nasional.

Sejak awal berdiri pada 3 Januari 1946, Kementerian Agama (sebelumnya Departemen Agama) telah menempatkan diri sebagai pilar dalam membina kehidupan beragama dan menggerakkan solidaritas sosial. Penetapan Menteri Agama Nomor 6 Tahun 1956 secara resmi menjadi dasar peringatan hari jadi ini, yang kemudian pada 3 Januari 1980 diubah menjadi Hari Amal Bakti untuk menegaskan nilai pengabdian dan keikhlasan aparatur Kemenag. Peringatan HAB ke-80 tahun 2026 ini mengusung tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju".

Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang membuka kegiatan di Lapangan Merdeka, Watampone, menekankan bahwa peringatan ini lebih dari sekadar seremoni. "Peringatan HAB ke-80 ini bukan sekadar seremoni. Selain kerukunan yang begitu terasa, ini juga momentum untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana," ujarnya. Acara ini turut dihadiri Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, jajaran Kemenag RI, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid, serta tokoh lintas agama, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Penggalangan donasi untuk bencana di Sumatra menjadi agenda sentral pada perayaan HAB ke-80 ini. Kemenag telah mengalihkan dana yang semestinya digunakan untuk kegiatan seremonial internal demi bantuan kemanusiaan. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa kesederhanaan peringatan ini merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga saat ini, Kemenag telah menyalurkan bantuan sekitar Rp66,47 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ditambah donasi Kemenag Peduli dari ASN dan masyarakat, dengan total alokasi bantuan mencapai sekitar Rp155 miliar. Bantuan ini menargetkan pemulihan 1.137 masjid, 500 madrasah, 357 pesantren, 13 perguruan tinggi keagamaan Islam, serta dukungan bagi 11.202 guru madrasah, 1.122 tenaga kependidikan, dan 112.964 siswa madrasah.

Kehadiran puluhan ribu peserta dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag, madrasah, Kantor Urusan Agama (KUA), pondok pesantren, hingga perwakilan umat lintas agama seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu, dalam "Jalan Santai Kerukunan" di Bone mencerminkan komitmen kuat terhadap persatuan dan harmoni. Kepala Kantor Kementerian Agama Bone, H. Abd. Rafik, menyebut bahwa persiapan matang telah dilakukan untuk menyambut tamu dari seluruh penjuru Sulsel, termasuk penyediaan akomodasi. Antusiasme yang luar biasa ini juga memberikan dampak positif pada ekonomi lokal, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bone, seperti disampaikan oleh Anggota DPRD Kabupaten Bone Zaenal Takdir.

Secara nasional, pidato Menteri Agama yang dibacakan di berbagai daerah menegaskan pentingnya menjadikan agama sebagai sumber pencerahan dalam menghadapi tantangan modern, termasuk perkembangan kecerdasan buatan (AI). Kemenag juga menekankan penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, dan layanan keagamaan berbasis digital sebagai wujud peran strategisnya. Sekda Sulawesi Barat, Junda Maulana, pada peringatan HAB ke-80 di Pasangkayu, yang diikuti sekitar 4.000 peserta dari provinsi tersebut, juga mengajak ASN memanfaatkan AI untuk dakwah dan konten positif, sembari mengapresiasi kontribusi Kemenag dalam menjaga situasi daerah tetap aman dan tenteram.

Perayaan HAB ke-80 ini menegaskan kembali fondasi historis Kemenag sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan, dengan peran yang terus meluas dalam merawat kerukunan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan ekonomi umat. Langkah proaktif dalam menyalurkan bantuan bencana menunjukkan adaptasi institusi terhadap kebutuhan riil masyarakat, melampaui tugas administratif semata dan membuktikan relevansinya dalam menghadapi dinamika sosial dan kemanusiaan.