Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bencana Banjir dan Longsor Hantam Subang Pasca Hujan Deras Nonstop

2025-12-05 | 21:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T14:35:34Z
Ruang Iklan

Bencana Banjir dan Longsor Hantam Subang Pasca Hujan Deras Nonstop

Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Subang, Jawa Barat, menyusul guyuran hujan deras disertai angin kencang sepanjang Kamis (4/12/2025) hingga Jumat (5/12/2025). Kondisi cuaca ekstrem ini juga menyebabkan banjir rob di wilayah pesisir utara Subang, memperparah dampak hidrometeorologi yang terjadi.

Di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, bencana banjir bandang dan tanah longsor terjadi pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan deras memicu luapan air dari Kali Cikanday di Kampung Cibago, Desa Mayang, yang membawa material dari Gunung Kembar hingga menerjang permukiman warga. Ketinggian air di Kampung Cibago, Desa Mayang, dilaporkan mencapai sekitar satu meter. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Subang, Udin Jazudin, mengonfirmasi bahwa empat rumah mengalami kerusakan ringan akibat luapan air tersebut. Namun, laporan terbaru menyebutkan dampak kerusakan di Kecamatan Cisalak cukup signifikan, dengan 6 rumah rusak berat, 24 rumah rusak sedang, dan 10 rumah rusak ringan. Sebanyak 47 jiwa mengungsi ke GOR Desa Mayang, sementara 12 lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat.

Selain di Desa Mayang, luapan Sungai Cikaruncang di Desa Cisalak juga merusak area persawahan yang siap panen serta sejumlah kolam ikan. Ketua Tagana Dinsos Kabupaten Subang, Jajang Abdul Muhaemin, menambahkan bahwa longsor juga terjadi di Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang, meskipun tidak berdampak pada permukiman warga. Angin puting beliung turut menerjang Desa Kedawung, Kecamatan Pabuaran, mengakibatkan 10 rumah terdampak.

Sementara itu, wilayah utara Subang juga dilanda banjir rob yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi dan kenaikan permukaan air laut. Banjir rob ini menggenangi empat desa: Desa Mayangan dan Desa Legon di Kecamatan Legonkulon, Desa Patimban di Kecamatan Pusakanagara, serta Desa Muara di Kecamatan Blanakan. Data sementara mencatat, banjir rob ini merendam 861 rumah dan berdampak pada 2.648 jiwa sejak Kamis hingga Jumat ini. Ketinggian air yang menggenangi rumah warga bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter. Beberapa akses jalan juga terputus akibat genangan, menghambat mobilitas dan distribusi bantuan.

Menanggapi bencana ini, tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, Tagana, serta Pemerintah Desa Mayang segera bergerak melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi terdampak. Kepala BPBD Subang, Udin Jazudin, menyatakan bahwa tim juga membersihkan sisa material longsor dan membantu perbaikan rumah warga yang rusak. Penanganan darurat dan pemulihan lingkungan masih terus berjalan, dengan BPBD mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Subang dan sekitarnya. Pemerintah juga memastikan akan ada penggantian dan relokasi rumah yang rusak akibat longsor di Cisalak, mengingat kawasan tersebut merupakan area rawan dengan kondisi tanah yang labil. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menggarisbawahi pentingnya penyaluran bantuan logistik segera kepada warga terdampak yang ruang geraknya terbatas.