Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Skandal Beasiswa Mahakam Ulu: Jutaan Rupiah Raib, Pemda Akhirnya Buka Suara

2026-01-01 | 21:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T14:21:54Z
Ruang Iklan

Skandal Beasiswa Mahakam Ulu: Jutaan Rupiah Raib, Pemda Akhirnya Buka Suara

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) pada awal Januari 2026 memberikan klarifikasi resmi menanggapi isu viral di media sosial mengenai dugaan pemotongan dana Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu (GCM) hingga jutaan rupiah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu, Samson Batang, membantah keras adanya pemotongan, menegaskan bahwa yang terjadi adalah penyesuaian besaran dana beasiswa yang diterima oleh mahasiswa.

Kontroversi ini bermula dari unggahan akun media sosial @lambe.kaltim yang menarasikan keluhan seorang mahasiswa penerima beasiswa. Mahasiswa tersebut mengklaim seharusnya menerima dana sebesar Rp 7 juta, namun hanya terealisasi Rp 4 juta. Unggahan tersebut mengkritik kejadian itu sebagai pemotongan sepihak tanpa penjelasan resmi maupun pemberitahuan sebelumnya, memicu pertanyaan dan protes dari kalangan mahasiswa.

Menanggapi tudingan tersebut, Samson Batang menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak disampaikan secara utuh sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. Menurutnya, penyesuaian besaran penerimaan ini merupakan konsekuensi logis dari peningkatan signifikan jumlah penerima beasiswa stimulan, sementara total anggaran yang dialokasikan bersifat terbatas.

Data menunjukkan bahwa jumlah penerima beasiswa stimulan di Mahakam Ulu terus melonjak setiap tahun. Pada tahun 2023, tercatat 436 orang menerima beasiswa, yang kemudian meningkat menjadi 487 orang pada tahun 2024, dan melonjak tajam menjadi 679 penerima pada tahun 2025. Peningkatan jumlah penerima yang cukup drastis ini memaksa pemerintah daerah untuk membagi dana secara proporsional agar semua penerima tetap memperoleh bantuan, berujung pada penyesuaian nilai yang diterima per individu.

Program Beasiswa Gerbang Cerdas Mahulu sendiri merupakan inisiatif Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu yang telah berjalan sejak tahun 2016, dengan tujuan utama meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah perbatasan tersebut. Anggaran untuk program beasiswa ini menunjukkan tren peningkatan, dari Rp21 miliar pada tahun sebelumnya menjadi Rp22,8 miliar pada tahun 2025. Samson Batang sebelumnya menyatakan bahwa kenaikan anggaran ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penerima setiap tahun. Berdasarkan data tahun 2023-2024, beasiswa stimulan mencakup berbagai kategori seperti prestasi, tidak mampu, tugas akhir, dan profesi, dengan nilai antara Rp3,8 juta hingga Rp8,6 juta per orang, tergantung jenjang dan kategori. Meskipun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bertanggung jawab atas proses seleksi dan administrasi, pengelolaan dana beasiswa dilakukan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (KESRA) Sekretariat Daerah.

Isu transparansi dalam pengelolaan beasiswa di Mahakam Ulu bukan kali pertama mencuat. Pada Juli 2023, Keluarga Besar Mahasiswa Kabupaten Mahakam Ulu (KBMKMU) pernah mendesak adanya transparansi terkait pengelolaan dana beasiswa. Kejadian ini juga sejalan dengan kekhawatiran yang lebih luas di tingkat nasional mengenai pemotongan anggaran pendidikan, seperti yang pernah terjadi pada KIP Kuliah di awal tahun 2025, yang sempat menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa penerima. Penyesuaian dana beasiswa di Mahakam Ulu, terlepas dari alasan di baliknya, menyoroti tantangan berkelanjutan bagi pemerintah daerah dalam menyeimbangkan alokasi anggaran terbatas dengan komitmen untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh warganya, terutama di daerah yang secara geografis terpencil dan memiliki kebutuhan SDM yang tinggi untuk pembangunan. Implikasi jangka panjang dari penyesuaian semacam ini terhadap motivasi dan keberlangsungan studi mahasiswa akan terus menjadi perhatian.