Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prof Jamaluddin Jompa Amankan Kursi Rektor Unhas, Pimpin Kembali dengan Mandat Kuat

2026-01-15 | 06:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T23:13:24Z
Ruang Iklan

Prof Jamaluddin Jompa Amankan Kursi Rektor Unhas, Pimpin Kembali dengan Mandat Kuat

Profesor Jamaluddin Jompa kembali terpilih sebagai Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk periode 2026-2030 setelah memenangkan pemilihan dengan suara telak pada Rabu, 14 Januari 2026. Pemilihan yang berlangsung di Gedung Pendidikan dan Pelatihan Unhas Jakarta ini menempatkan Prof. Jompa pada posisi kepemimpinan kedua berturut-turut, mengamankan 23 dari total 24 suara Majelis Wali Amanat (MWA). Dua kandidat pesaingnya, Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.MedEd, memperoleh satu suara, sementara Prof. Dr. Sukardi Weda, M.Hum, MPd, MA, tidak mendapatkan suara sama sekali.

Kemenangan mutlak ini mencerminkan apresiasi atas kinerja Prof. Jompa selama periode pertamanya (2022-2026). Dalam masa jabatannya sebelumnya, ia berfokus pada penguatan tata kelola perguruan tinggi, internasionalisasi kampus, serta peningkatan kinerja riset dan inovasi. Capaian signifikan yang ditonjolkan termasuk peningkatan reputasi global Unhas, dengan lonjakan peringkat dalam QS World University Rankings (peringkat 12 Nasional, masuk 1000 besar dunia) dan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2025 (peringkat 52 dunia untuk SDG 14). Unhas juga konsisten berada di peringkat tiga terbaik nasional dalam liga IKU Kementerian Pendidikan dan meraih peringkat pertama dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2025. Transformasi digital kampus juga mengalami lompatan signifikan, dengan peningkatan bandwidth dan implementasi sistem terintegrasi.

Prof. Jompa sendiri menyatakan bahwa keberhasilan pemilihan ini "bukan semata-mata kemenangan individu, melainkan kemenangan bagi seluruh sivitas akademika Unhas.". Ia meyakini bahwa capaian di periode pertamanya menjadi tolak ukur bagi kepercayaan yang diberikan kembali. Ketua Dewan Profesor Unhas 2022-2026, Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, menilai proses pemilihan rektor berlangsung dengan baik dan demokratis, menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan akademik.

Untuk periode 2026-2030, Prof. Jompa mengusung visi Unhas sebagai "Pusat unggulan dalam pengembangan insani, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya berbasis Benua Maritim Indonesia". Komitmennya mencakup sinergi, inovasi, dan prestasi unggul dalam lima tahun ke depan. Salah satu fokus utamanya adalah menciptakan lulusan Unhas yang berjiwa wirausaha dan siap menjadi solusi bagi bangsa, bukan menambah masalah pengangguran. Unhas berencana mempersiapkan lulusan untuk berkarir di dalam dan luar negeri, dengan target 300 lulusan bekerja di Jepang dan Turki pada tahun ini melalui layanan perbankan dan perusahaan milik Unhas serta Pusat Layanan Migran (P3MI).

Selain itu, Prof. Jompa menargetkan Unhas masuk dalam jajaran World Class University (WCU), secara bertahap mencapai 500 besar dunia, melalui berbagai perbaikan di sektor akademik dan non-akademik. Pembangunan Unhas di bawah kepemimpinannya akan bertumpu pada tiga pilar utama: penguatan kualitas sumber daya manusia, optimalisasi riset dan inovasi berbasis potensi regional, serta peningkatan reputasi internasional. Unhas juga akan terus menjaga keseimbangan antara kemajuan ilmiah dan tanggung jawab sosial, memastikan kampus ini memberi manfaat langsung bagi masyarakat Indonesia Timur dalam persaingan global. Perguruan tinggi ini telah berkontribusi dalam memajukan sumber daya manusia di negara lain, khususnya negara-negara Pasifik seperti Timor Leste.

Kepemimpinan berkelanjutan Prof. Jompa akan menjadi krusial dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di Sulawesi dan Indonesia. Tantangan tersebut meliputi peningkatan relevansi pendidikan dengan kebutuhan pembangunan daerah, seperti sektor pertambangan dan hilirisasi peternakan yang membutuhkan sumber daya manusia kompeten. Unhas, sebagai salah satu universitas terbesar di luar Jawa, diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai lokomotif peradaban dan pusat keunggulan akademik yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.