:strip_icc()/kly-media-production/medias/5428375/original/006322400_1764498397-1001256212.jpg)
Satreskrim Polres Takalar berhasil meringkus Suprianto Gassing, seorang staf Kantor Pos Cabang Takalar, yang menjadi pelaku perampokan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp 600 juta dan penganiayaan berat terhadap Kepala Kantor Pos Takalar, Suwanto Tahir. Penangkapan dilakukan pada Minggu (30/11/2025), setelah pelaku sempat melarikan diri usai melancarkan aksinya pada Jumat malam (28/11/2025).
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Kantor Pos Cabang Takalar, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 19.30 Wita. Saat itu, Kepala Kantor Pos, Suwanto Tahir, sedang bersiap menyimpan uang BLT yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah ke dalam brankas usai pelayanan pencairan selesai. Tiba-tiba, ia diserang dari belakang oleh Suprianto Gassing, rekan kerjanya sendiri yang menjabat sebagai staf bagian pengawas pengantaran uang.
Pelaku memukul kepala dan tubuh korban menggunakan tabung alat pemadam api ringan (APAR), lalu membacok korban dengan senjata tajam jenis badik saat Suwanto Tahir berusaha mempertahankan uang tersebut. Akibat serangan brutal itu, Suwanto Tahir mengalami luka serius di bagian kepala dan paha, serta mata kanannya bengkak. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Padjonga Dg Ngalle Takalar untuk mendapatkan perawatan intensif. Selain melukai korban, pelaku juga sempat merampas telepon genggam milik Suwanto sebelum melarikan diri.
Setelah kejadian, tim Inafis dan Satreskrim Polres Takalar segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memburu pelaku. Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Hatta mengonfirmasi bahwa Suprianto Gassing telah ditangkap di wilayah Kabupaten Takalar. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya. Polisi juga mengungkapkan motif di balik perampokan dan penganiayaan ini. Suprianto nekat melakukan aksinya karena kecanduan judi online. Uang BLT senilai Rp 600 juta yang menjadi sasaran perampokan dikonfirmasi hilang, meskipun pada laporan awal sempat disebut uang masih berada dalam brankas. Kepala Kantor Pos Indonesia Wilayah Makassar, Adi Cayana, juga menyampaikan keprihatinan atas insiden ini dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada pihak kepolisian.