Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prabowo Urungkan Niat Tahun Baru di Aceh, Cuaca Ekstrem Penyebabnya

2026-01-01 | 01:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T18:47:48Z
Ruang Iklan

Prabowo Urungkan Niat Tahun Baru di Aceh, Cuaca Ekstrem Penyebabnya

Presiden Prabowo Subianto membatalkan rencana perayaan malam Tahun Baru 2026 bersama masyarakat Aceh, yang semula dijadwalkan di wilayah tersebut, dengan alasan faktor cuaca ekstrem. Pembatalan ini dikonfirmasi langsung oleh Presiden Prabowo, yang kemudian mengalihkan kunjungannya ke Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, untuk bersama korban bencana di sana pada Rabu malam, 31 Desember 2025.

Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Prabowo direncanakan menyambut malam pergantian tahun di Aceh bersama warga yang terdampak banjir dan longsor, dengan kunjungan ke Kabupaten Bener Meriah sebagai salah satu titik fokus. Rencana tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah terhadap penanganan dan rehabilitasi pascabencana di wilayah tersebut. Namun, menjelang malam pergantian tahun, Presiden Prabowo mengubah jadwalnya karena kondisi cuaca di Aceh yang tidak memungkinkan. "Tadinya saya ingin berangkat ke Aceh tapi karena cuaca saya dialihkan ke Tapanuli Selatan," ujar Presiden Prabowo saat berada di Tapanuli Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Aceh sejak 29 hingga 31 Desember 2025, memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang. Bahkan, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan adanya potensi hujan sangat lebat di Provinsi Aceh pada 31 Desember 2025. Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, merujuk hasil pemantauan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, menyampaikan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya di daerah perbukitan dan aliran sungai. Sejumlah wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat meliputi Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Besar, Aceh Jaya, dan Aceh Tamiang, dengan potensi perluasan ke sebagian besar kecamatan lain, termasuk Kota Banda Aceh dan Kota Subulussalam.

Pembatalan kunjungan ini menyoroti tantangan logistik yang dihadapi oleh pejabat tinggi negara dalam merespons situasi darurat dan kegiatan protokoler di tengah kondisi geografis dan cuaca ekstrem Indonesia. Aceh sendiri telah menghadapi serangkaian bencana hidrometeorologi, dengan beberapa kabupaten memperpanjang status tanggap darurat. Gubernur Aceh Muzakir Manaf pada pekan ini mengumumkan status tanggap darurat diperpanjang hingga 8 Januari 2026. Respons dan kehadiran pimpinan nasional di lokasi bencana seringkali menjadi simbol dukungan pemerintah pusat, sehingga perubahan rencana mendadak dapat memengaruhi persepsi publik dan korban bencana.

Alih-alih di Aceh, Presiden Prabowo menghabiskan malam pergantian tahun bersama warga terdampak bencana banjir dan longsor di Posko Desa Batu Hula, Batang Toru, Tapanuli Selatan. Dalam suasana sederhana, Prabowo terlihat menyatu dengan para pengungsi, menonton film dan menyanyikan lagu "Tanah Airku" beberapa menit menjelang pergantian tahun. Keputusan ini mengindikasikan prioritas pemerintah untuk tetap berada di tengah masyarakat yang membutuhkan, meskipun lokasi dan rencana awal harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Implikasi jangka panjang dari pembatalan seperti ini dapat mencakup evaluasi ulang terhadap protokol perjalanan kenegaraan ke daerah-daerah rawan bencana, serta peningkatan koordinasi antara lembaga terkait untuk mengantisipasi dan memitigasi dampak cuaca ekstrem terhadap agenda publik.