Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Polisi Bekuk Pembobol ATM Sulsel Usai Dua Bulan Buron

2026-01-11 | 21:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T14:34:46Z
Ruang Iklan

Polisi Bekuk Pembobol ATM Sulsel Usai Dua Bulan Buron

Setelah menjadi buronan selama kurang lebih dua bulan, dua pria berinisial RH alias OD (43) dan MRA (29) berhasil diringkus oleh Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Kota Makassar. Penangkapan ini mengakhiri pelarian kedua pelaku yang diduga membobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada November 2025.

Kepala Unit Reserse Mobil (Kanit Resmob) Polda Sulsel, Ajun Komisaris Polisi Wawan Suryadinata, menyatakan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif timnya. "Resmob Polda Sulsel berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan pemberatan. Setelah dilakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi, kedua pelaku diamankan di wilayah Kota Makassar," kata AKP Wawan Suryadinata.

Modus operandi yang digunakan pelaku menunjukkan tingkat perencanaan yang cermat. Pelaku MRA disebut sebagai inisiator yang mencari rekan dengan keahlian khusus untuk membobol ATM. Ia kemudian bertemu RH, seorang tukang yang menguasai penggunaan alat berat. Keduanya bersekongkol dan menyisir sejumlah lokasi ATM, secara khusus mengincar mesin yang berada di tempat sepi dan minim pengawasan. Setelah gagal menemukan lokasi yang sesuai di Makassar, mereka bergerak ke Pangkep. Di sana, keduanya menemukan ATM yang menjadi target. Sebelum beraksi, mereka mengamati kondisi sekitar, dan setelah memastikan situasi aman, pelaku membobol mesin menggunakan gerinda dan las karbit.

Kasus pembobolan ATM ini menambah daftar panjang kejahatan perbankan di Indonesia yang terus menunjukkan evolusi modus. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2024 mengungkapkan bahwa Indonesia termasuk dalam 10 negara dengan tingkat kebocoran data tertinggi di dunia, dengan 94,22 juta data penduduk dilaporkan bocor selama empat tahun terakhir. Kerugian finansial akibat serangan siber pada 2023 mencapai minimal 1 juta dolar AS atau sekitar Rp15,9 miliar. Meskipun angka ini mencakup berbagai jenis serangan siber, insiden pembobolan fisik ATM seperti yang terjadi di Pangkep tetap menjadi ancaman serius yang mengikis kepercayaan publik terhadap keamanan transaksi perbankan.

Para pelaku kejahatan terus berinovasi dalam metode mereka. Selain pembobolan fisik, modus lain yang sering terdeteksi meliputi pemasangan alat skimming dan kamera pengintai untuk mencuri data kartu serta PIN nasabah, pemasangan alat penjepit kartu di mesin ATM, hingga penipuan berkedok bantuan atau hipnotis. Beberapa kasus bahkan melibatkan jaringan internasional dan merugikan pihak bank serta nasabah hingga miliaran rupiah.

Penangkapan RH dan MRA oleh Polda Sulsel ini menjadi indikasi keberhasilan aparat dalam merespons ancaman kejahatan perbankan. Namun, kasus ini juga menyoroti kebutuhan mendesak bagi lembaga perbankan untuk memperkuat sistem keamanan fisik dan digital mereka. Peningkatan kewaspadaan masyarakat juga krusial, mengingat berbagai modus yang digunakan para pelaku. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, pada November 2024, menegaskan bahwa perlindungan yang memadai terhadap risiko siber masih menjadi pekerjaan rumah besar. Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem digital dan perbankan yang aman serta dapat dipercaya.