Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Petaka Charger HP: Rumah di Depok Ludes Terbakar, Satu Orang Terluka

2026-01-06 | 23:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T16:32:14Z
Ruang Iklan

Petaka Charger HP: Rumah di Depok Ludes Terbakar, Satu Orang Terluka

Sebuah rumah di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, hangus terbakar pada hari Selasa, 6 Januari 2026, setelah sebuah telepon seluler yang tengah diisi daya ditinggalkan tanpa pengawasan, menyebabkan satu orang mengalami luka. Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu satu setengah jam untuk mengendalikan api yang melalap bangunan tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang kasus kebakaran rumah di Indonesia yang dipicu oleh perangkat elektronik, khususnya ponsel yang ditinggal mengisi daya.

Kebakaran yang bermula dari perangkat elektronik yang diisi daya telah menjadi ancaman serius bagi keselamatan publik di tengah masifnya penggunaan gawai. Analis teknologi dan keamanan mengingatkan bahwa kebiasaan mengisi daya ponsel semalaman atau meninggalkannya tanpa pengawasan, meskipun dianggap praktis, menyimpan risiko signifikan. Perangkat ponsel modern memang dilengkapi dengan sistem proteksi untuk mencegah pengisian berlebih (overcharging), namun risiko degradasi baterai dan panas berlebih (overheating) tetap mengintai. Panas berlebih ini dapat merusak baterai, memicu pelepasan termal (thermal runaway), dan dalam kasus ekstrem berujung pada ledakan atau kebakaran.

Ahli elektro dari Kelompok Keahlian/Keilmuan Teknik Ketenagalistrikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa komponen listrik seperti pengisi daya (charger) mengandung kapasitor yang dapat menyimpan listrik. Apabila kapasitor ini gagal menyimpan energi atau mengalami cacat, berpotensi meledak. Syarif menegaskan, masalahnya bukan pada digunakan atau tidaknya pengisi daya, melainkan apakah ia terhubung dengan sumber listrik. Jika charger yang terhubung mengalami kerusakan karena cacat pabrik atau faktor lain, ledakan dapat terjadi.

Kasus kebakaran akibat pengisi daya ponsel bukan kali pertama terjadi di berbagai daerah. Pada 13 Agustus 2024, kebakaran di Manggarai, Jakarta Selatan, yang diduga berasal dari korsleting pengisi daya ponsel, menyebabkan 3.019 warga harus mengungsi. Kemudian, pada 19 Desember 2024, dua rumah di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, juga hangus terbakar setelah pengisi daya ponsel meledak di salah satu kamar. Peristiwa serupa juga dilaporkan di Tangerang Selatan pada 9 Oktober 2023, yang menghanguskan 95 persen sebuah rumah, serta di Palembang pada 18 Juni 2025.

Untuk meminimalkan risiko, para ahli dan pihak berwenang menyarankan penggunaan pengisi daya asli atau bersertifikasi yang kompatibel dengan perangkat. Pengisi daya berkualitas rendah atau palsu sering kali tidak memenuhi standar keamanan dan berpotensi merusak ponsel atau menyebabkan kebakaran. Pengguna juga diimbau untuk selalu mencabut pengisi daya dari stop kontak setelah pengisian selesai atau saat tidak digunakan. Kebiasaan menggunakan ponsel saat sedang diisi daya juga harus dihindari karena dapat meningkatkan suhu perangkat secara drastis, mengurangi masa pakai baterai, dan memperlambat proses pengisian. Mengisi daya di tempat yang sejuk dan tidak terpapar sinar matahari langsung juga merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan. Insiden di Depok ini kembali menekankan urgensi peningkatan kesadaran masyarakat tentang praktik pengisian daya yang aman dan pentingnya memilih produk elektronik yang memenuhi standar kualitas untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.