Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Peringatan NasDem: Penangkapan Maduro oleh AS Picu Ketidakstabilan Geopolitik

2026-01-06 | 11:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T04:18:36Z
Ruang Iklan

Peringatan NasDem: Penangkapan Maduro oleh AS Picu Ketidakstabilan Geopolitik

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Muhammad Farhan, pada tahun 2020 menyatakan keprihatinan serius mengenai potensi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS), memperingatkan bahwa langkah tersebut berisiko mengganggu stabilitas dan perdamaian global. Pernyataan ini muncul setelah Departemen Kehakiman AS mendakwa Maduro dan sejumlah pejabat tinggi Venezuela lainnya atas tuduhan narkoterorisme dan korupsi pada Maret 2020, menawarkan hadiah sebesar 15 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapannya.

Latar belakang ketegangan antara Washington dan Caracas telah berlangsung lama, diperburuk oleh sanksi ekonomi AS yang bertujuan menekan rezim Maduro, serta dukungan AS terhadap pemimpin oposisi Juan Guaidó sebagai presiden interim yang sah. Tuduhan terhadap Maduro mencakup konspirasi penyelundupan kokain dalam skala besar melalui Venezuela menuju AS, serta kolusi dengan kelompok FARC di Kolombia. Pernyataan Partai NasDem menyoroti kompleksitas hukum internasional dan dampak geopolitik yang mungkin timbul dari upaya penangkapan seorang kepala negara yang sedang menjabat oleh negara lain.

Secara historis, upaya penangkapan kepala negara yang sedang berkuasa oleh yurisdiksi asing jarang terjadi dan seringkali memicu krisis diplomatik serta eskalasi ketegangan. Penangkapan Augusto Pinochet di London pada tahun 1998 atas permintaan Spanyol, meskipun ia bukan lagi kepala negara aktif, menunjukkan preseden rumit terkait kedaulatan dan yurisdiksi internasional. Dalam kasus Maduro, tindakan AS secara langsung menantang kedaulatan Venezuela dan berpotensi dianggap sebagai intervensi terang-terangan dalam urusan internal negara berdaulat. Menurut laporan The New York Times pada tahun 2020, AS telah lama berupaya menggulingkan Maduro melalui berbagai cara, dan dakwaan ini dipandang sebagai upaya lain untuk meningkatkan tekanan.

Implikasi jangka panjang dari skenario penangkapan Maduro oleh AS sangatlah luas. Di tingkat regional Amerika Latin, langkah ini dapat memperdalam polarisasi politik, mengikis kepercayaan antarnegara, dan memicu reaksi keras dari negara-negara yang menentang intervensi AS. Konflik antara AS dan Venezuela juga dapat menarik perhatian aktor global lainnya, seperti Rusia dan Tiongkok, yang memiliki kepentingan ekonomi dan strategis di Venezuela, berpotensi mengubah dinamika kekuatan regional dan global. Lebih jauh, jika upaya penangkapan berhasil, hal itu dapat menciptakan preseden berbahaya yang memungkinkan negara-negara kuat menggunakan yurisdiksi domestik mereka untuk menargetkan pemimpin negara lain, mengancam prinsip kedaulatan negara dan tatanan hukum internasional yang sudah rapuh. Ketidakpastian politik di Venezuela sendiri, yang sudah menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan parah, dapat semakin memburuk, memicu gelombang migrasi baru dan instabilitas yang lebih dalam di kawasan tersebut.

Kekhawatiran yang diungkapkan oleh Partai NasDem mencerminkan pandangan bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas global memerlukan penghormatan terhadap kedaulatan negara dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik, bukan melalui tindakan sepihak yang berpotensi memprovokasi eskalasi. Keberlanjutan dakwaan dan hadiah penangkapan terhadap Maduro akan terus menjadi titik fokus dalam hubungan internasional, dengan potensi dampak signifikan terhadap stabilitas global dan regional.