Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pendidikan Berlanjut: Bantuan Khusus Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh Tamiang

2026-01-11 | 09:52 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T02:52:11Z
Ruang Iklan

Pendidikan Berlanjut: Bantuan Khusus Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Aceh, mewakili Pengurus Pusat ISNU, menyalurkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 51 mahasiswa asal Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak banjir parah akhir November 2025. Bantuan tersebut, bersumber dari Lazisnu Jawa Timur dan lembaga filantropi Pengurus Pusat ISNU di Jakarta, bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa yang terpuruk pasca-bencana. Langkah ini datang di tengah upaya pemulihan menyeluruh di Aceh Tamiang, di mana ribuan rumah rusak dan ratusan fasilitas pendidikan lumpuh akibat terjangan banjir.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tamiang sejak akhir November 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif, termasuk 439 bangunan sekolah yang terdampak. Dari jumlah tersebut, 73 unit mengalami rusak berat, 306 rusak sedang, dan 60 lainnya rusak ringan. Kerusakan ini meliputi ruang kelas yang terendam lumpur, fasilitas penunjang seperti meja, kursi, buku pelajaran, hingga peralatan laboratorium yang tidak dapat digunakan, serta gangguan pada sarana sanitasi dan jaringan listrik. Akibatnya, sebagian besar sekolah belum dapat melaksanakan proses belajar mengajar secara normal, memaksa siswa belajar dari rumah atau diliburkan sementara.

Merespons krisis pendidikan ini, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengunjungi sekolah-sekolah terdampak pada 9 Desember 2025. Ia menyalurkan bantuan mutu pendidikan dengan nominal berbeda untuk setiap jenjang, yakni Rp10 juta untuk TK, Rp15 juta untuk SD, Rp20 juta untuk SMP, dan Rp25 juta untuk SMA/SMK. Mu'ti juga menyampaikan kebijakan keringanan penilaian Ujian Akhir Semester (UAS), menginstruksikan guru untuk menggunakan nilai harian murid mengingat situasi yang belum memungkinkan pelaksanaan ujian formal. Selain itu, Mendikdasmen juga mengumumkan kemungkinan bagi mahasiswa korban banjir di Aceh dan Sumatera untuk mendapatkan pembebasan UKT selama satu hingga dua semester.

Ketua PW ISNU Aceh menegaskan bahwa lembaganya memandang pendidikan sebagai sektor strategis yang harus tetap dijaga keberlangsungannya meskipun dalam situasi bencana. Senada dengan itu, Persatuan Mahasiswa Aceh Tamiang (Permata) Jogja melaporkan sekitar 100 anggotanya kesulitan membayar UKT karena orang tua mereka, yang mayoritas petani, kehilangan lahan pertanian dan mata pencarian akibat banjir. Kondisi ini menyoroti kerentanan ekonomi keluarga di daerah tersebut terhadap dampak bencana alam.

Upaya pemulihan sektor pendidikan juga melibatkan kolaborasi berbagai pihak. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengirimkan 50 mahasiswa relawan pendidikan ke SMP Muhammadiyah Kualasimpang pada 5 Januari 2026. Relawan ini bertugas mendampingi siswa untuk beradaptasi kembali dengan lingkungan sekolah pasca-bencana, mendukung kegiatan belajar mengajar, serta membantu pemulihan sarana sekolah. Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga menginisiasi kembali kegiatan belajar mengajar di Aceh Tamiang, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur Muhammadiyah lainnya.

Banjir yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025 disebabkan curah hujan intensitas tinggi yang terus-menerus dan meluapnya aliran Sungai Tamiang. Kondisi geografis dan topografi daerah tersebut menjadikannya rentan terhadap bencana banjir berulang, yang secara konsisten menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Pemulihan tidak hanya memerlukan bantuan finansial, tetapi juga dukungan psikososial dan pembangunan kembali infrastruktur yang lebih tangguh. Kerentanan yang terus-menerus terhadap bencana alam menuntut adanya strategi mitigasi jangka panjang dan adaptasi yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan akses pendidikan dan stabilitas ekonomi bagi generasi mendatang di Aceh Tamiang.