:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478227/original/007195900_1768895276-Korban_Sukabumi.jpg)
Jasad Angga Ardiansyah (28), wisatawan asal Kabupaten Bogor yang hilang terseret ombak besar di Pantai Sunset, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan tewas mengambang di perairan Pajagan pada Selasa pagi, 20 Januari 2026, setelah tiga hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan. Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian terhadap korban terakhir dari insiden tragis yang juga menewaskan Alfin Alfiandi (28), rekan Angga, pada Minggu sebelumnya.
Angga, yang juga merupakan adik kandung dari Kepala Desa Cilebut Timur, Kabupaten Bogor, ditemukan oleh seorang nelayan jaring bernama Wa Epas sekitar pukul 08.00 WIB. Jasadnya mengapung dalam kondisi telungkup dan masih mengenakan pakaian lengkap, sekitar 1,5 hingga 2 nautical mile atau 2 hingga 3 kilometer dari lokasi kejadian awal di Pantai Sunset. Koordinator Basarnas Posko Sukabumi, Suryo Adianto, membenarkan penemuan jasad tersebut, yang kemudian dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk proses identifikasi dan penyerahan kepada keluarga. Dengan ditemukannya Angga, operasi SAR yang melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur resmi dinyatakan ditutup.
Insiden nahas ini terjadi pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, ketika Angga bersama Alfin Alfiandi dan satu rekan lainnya sedang bermain di tepi Pantai Sunset, tepatnya di belakang Villa Philita, Kampung Karangpapak. Gelombang besar yang tiba-tiba datang menerjang ketiganya, menyeret Angga dan Alfin ke tengah laut, sementara satu orang berhasil menyelamatkan diri. Alfin ditemukan meninggal dunia pada Minggu malam, sekitar 500 meter dari lokasi awal kejadian. Kapolsek Cisolok, AKP Bayu Saeful Bahari, menduga para korban kurang memahami karakter arus laut selatan yang kuat, menyebabkan mereka terseret arus bawah (undercurrent).
Selama tiga hari pencarian, tim SAR gabungan, yang terdiri dari Basarnas, Polsek Cisolok, Polairud Polres Sukabumi, P2BK BPBD Cisolok, Balawista Karang Hawu, SAKA SAR, CIC Rescue, SARDA, Pramuka Peduli, Koramil Cisolok, serta masyarakat dan nelayan setempat, menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Kapolres Sukabumi, AKBP Dr. Samian, bahkan memimpin langsung penutupan sementara aktivitas di Pantai Sunset dengan memasang garis polisi untuk mensterilkan area pencarian dan mencegah korban tambahan. Kondisi ombak yang mencapai tiga meter dan angin barat yang ekstrem hingga akhir Januari menjadi alasan utama pembatasan ini. Penyisiran dilakukan baik di laut hingga radius 6 nautical mile maupun di darat sepanjang empat kilometer.
Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di kawasan pantai selatan Sukabumi, yang memang dikenal memiliki karakter gelombang tinggi dan arus balik kuat yang berbahaya. Data menunjukkan bahwa insiden semacam ini bukan hal baru. Pada libur Lebaran 2023, lima orang meninggal dunia akibat terseret ombak di Sukabumi. Meski demikian, berkat kesigapan petugas gabungan dan kepatuhan wisatawan terhadap imbauan, pada libur Lebaran 2024, dari lima kasus kecelakaan laut dengan total 10 korban, semuanya berhasil diselamatkan tanpa ada korban jiwa. Upaya pencegahan, seperti pemasangan bendera merah sebagai penanda lokasi berbahaya, imbauan melalui pengeras suara, dan pendirian pos-pos konsolidasi di 26 titik pantai wisata, terus digalakkan oleh Polres Sukabumi dan instansi terkait.
Namun, terulangnya kasus seperti di Pantai Sunset menunjukkan bahwa edukasi dan penegakan aturan keselamatan perlu terus ditingkatkan secara berkelanjutan. Karakteristik laut selatan yang memiliki arus bawah tidak terlihat dan sulit dipahami wisatawan sering kali menjadi faktor penentu. Implikasi jangka panjang dari insiden berulang ini bukan hanya pada citra pariwisata lokal, tetapi juga pada beban psikologis dan sosial masyarakat sekitar yang harus sering menghadapi musibah. Peninjauan ulang terhadap sistem pengawasan, termasuk jumlah personel, kelengkapan alat, dan efektivitas kampanye kesadaran, menjadi krusial. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola wisata, dan komunitas lokal harus diperkuat untuk menciptakan lingkungan wisata yang lebih aman, sekaligus tetap menjaga daya tarik alam yang menjadi andalan Jawa Barat. Peristiwa ini menjadi pengingat tegas bagi setiap individu dan pihak berwenang mengenai pentingnya kewaspadaan ekstra dan kepatuhan mutlak terhadap setiap peringatan keselamatan di wilayah pesisir.