:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462333/original/014728900_1767539944-1000892337.jpg)
Seorang wisatawan asal Lampung Utara, Rizal Wahyudi (29), dilaporkan hanyut diterjang ombak kuat saat berenang di Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, pada Sabtu sore, 3 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Korban yang diketahui berasal dari Desa Kali Balangan, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, belum ditemukan hingga upaya pencarian memasuki hari kedua pada Minggu, 4 Januari 2026, oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, BPBD Pesisir Barat, dan nelayan setempat. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di garis pantai Pesisir Barat yang dikenal dengan karakteristik ombak besar karena langsung berhadapan dengan Samudra Hindia.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa Rizal Wahyudi bersama rombongan berjumlah 14 orang tiba di Pantai Mandiri sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah beristirahat, Rizal bersama beberapa rekannya mulai berenang di pantai. Sekitar pukul 17.10 WIB, saat rekan-rekannya sebagian telah selesai berenang, Rizal dan saksi bernama Kusni masih melanjutkan aktivitas di air ketika arus ombak tiba-tiba menguat dan menyeret Rizal ke tengah laut. Rekan-rekannya sempat berupaya menolong, namun derasnya arus menyulitkan upaya penyelamatan.
Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menegaskan, insiden ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada serta berhati-hati saat berwisata ke kawasan pantai, khususnya di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang kurang bersahabat di perairan Lampung. Ia menekankan pentingnya tidak melakukan aktivitas berenang jika kondisi cuaca dan gelombang tidak memungkinkan demi keselamatan bersama. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran baik di perairan laut maupun sepanjang garis pantai di sekitar lokasi kejadian, dengan fokus pencarian di seputaran perairan Pantai Mandiri Sejati. Koordinator Pos SAR Tanggamus, Roby Rusliansyah, menjelaskan bahwa pencarian hari kedua difokuskan di perairan sekitar lokasi terakhir korban dilaporkan hanyut.
Tragedi serupa bukan kali pertama terjadi di Pesisir Barat. Pada Juli 2025, seorang pria asal Lampung Utara lainnya, Aldi Suparman alias Aliman (38-40), tewas terseret ombak di Pantai Labuhan Jukung, Kecamatan Pesisir Tengah, saat berupaya menyelamatkan istri dan kedua anaknya yang terseret arus. Jenazah Aliman ditemukan mengapung sekitar 200 meter dari titik awal kejadian setelah dua hari pencarian. Berulang kali, pihak kepolisian dan otoritas setempat mengimbau pengunjung untuk mematuhi larangan berenang, terutama saat ombak tinggi. Kapolsek Pesisir Tengah AKP Hadly Nasution pada insiden Juli 2025 menyatakan korban Aliman dilaporkan tidak bisa berenang.
Pesisir Barat, dengan pesona pantainya yang menjadi daya tarik utama, dihadapkan pada tantangan serius terkait keamanan wisata bahari. Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat, menyadari urgensi ini, telah menyelenggarakan pelatihan lifeguard pada Oktober 2025 yang bertempat di Krui Wave, Kecamatan Pesisir Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan dan keselamatan pantai. Bupati Pesisir Barat, melalui Asisten II bidang perekonomian dan pembangunan Drs. Zukri Amin M.P., menyatakan keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Namun, insiden terbaru mengindikasikan bahwa upaya preventif dan peningkatan kesadaran di kalangan wisatawan masih perlu digencarkan.
Polres Pesisir Barat, melalui Ps. Kasi Humas Ipda Ahiruddin Putra, secara konsisten mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada, menjaga barang bawaan, serta memperhatikan keselamatan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu. Peraturan Daerah yang mengatur pengelolaan pariwisata di Pesisir Barat sejatinya mengamanatkan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan kepada wisatawan. Namun, implementasi di lapangan membutuhkan pengawasan ketat, pemasangan rambu peringatan yang jelas dan mudah diakses, serta penempatan petugas pengawas pantai yang memadai di seluruh titik rawan. Kesadaran personal wisatawan akan risiko dan kepatuhan terhadap peringatan petugas menjadi kunci krusial untuk mencegah tragedi serupa di masa mendatang.