Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Nahas! Pemburu Biawak Jember Tenggelam di Sungai Tanggul

2026-01-17 | 21:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T14:38:31Z
Ruang Iklan

Nahas! Pemburu Biawak Jember Tenggelam di Sungai Tanggul

Seorang pemuda berusia 18 tahun bernama Iqbal, warga Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, diduga tenggelam di Sungai Tanggul pada Sabtu, 17 Januari 2026, setelah mengejar biawak hasil buruannya. Insiden tragis ini terjadi di area Dusun Paseban, Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, saat korban bersama 14 rekannya sedang berburu. Iqbal dilaporkan mengejar biawak hingga ke bagian tengah sungai sebelum diduga mengalami kram dan akhirnya tenggelam. Laporan lain menyebutkan korban melompat ke air untuk mengambil biawak yang sudah ditembak dan hanyut karena tidak bisa berenang.

Upaya pencarian mandiri oleh warga sekitar sempat dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi menerima laporan dari perangkat desa pada pukul 15.12 WIB dan segera mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Jember ke lokasi kejadian. Tim SAR bergerak dengan membawa perahu LCR bermesin, peralatan water rescue, Aqua Eye, serta peralatan medis, melibatkan unsur gabungan dari BPBD Jember, Polairud, TNI-Polri, dan masyarakat setempat untuk menyisir aliran sungai. Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyatakan pencarian dilakukan secara maksimal meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca hujan dan arus sungai yang cukup deras. Relawan Barat Daya BPBD Kabupaten Jember, Viky Septian, mengindikasikan bahwa pencarian difokuskan di wilayah daratan pada hari itu karena cuaca yang tidak bersahabat dan waktu yang sudah sore, dengan rencana penggunaan perahu karet esok hari jika jasad korban tidak ditemukan.

Perburuan biawak (Varanus salvator) telah lama menjadi praktik umum di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Jawa Timur. Hewan ini kerap diburu untuk diambil dagingnya yang dipercaya memiliki khasiat obat tradisional dan menjadi sumber protein, serta kulitnya yang dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan seperti ikat pinggang dan tas. Di beberapa daerah, biawak juga dianggap sebagai hama karena sering memangsa hewan peliharaan warga seperti ayam dan itik, memicu upaya perburuan sebagai pengendalian hama. Namun, pemerhati satwa mengingatkan bahwa biawak memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem, berfungsi sebagai pemakan bangkai dan pengendali populasi ular dengan memakan telurnya. Perburuan yang berlebihan dapat mengganggu rantai makanan dan berisiko pada kepunahan lokal, sehingga memunculkan desakan untuk regulasi perburuan, seperti pembatasan ukuran atau perlindungan biawak bunting.

Insiden tenggelam di sungai bukan kali pertama terjadi di Jember. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini mencatat sejumlah kasus kematian akibat tenggelam di sungai, melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, seringkali karena kurangnya kehati-hatian atau ketidakmampuan berenang. Polisi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan komunitas relawan secara rutin mengeluarkan peringatan tentang bahaya beraktivitas di sungai, terutama saat musim hujan dengan arus deras. Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, telah berulang kali mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai. Tragedi ini menggarisbawahi urgensi peningkatan kesadaran publik mengenai keselamatan air dan perlunya pertimbangan lebih mendalam terhadap dampak kegiatan berburu di habitat alami yang berisiko tinggi.