:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456732/original/079381000_1766930191-199022.jpg)
Sebuah kendaraan minibus yang mengangkut tujuh wisatawan terbalik di jalur menanjak ekstrem Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu, 28 Desember 2025, sekitar pukul 14.55 WIB, menyebabkan dua penumpangnya mengalami luka-luka. Insiden tunggal ini terjadi saat mobil Ford Everest bernomor polisi F 1103 US yang membawa satu keluarga tersebut kehilangan daya saat berusaha menanjak, setelah sebelumnya terhenti karena adanya kendaraan lain yang juga kesulitan melintas.
Rombongan wisatawan asal Nagrak, Kabupaten Sukabumi, ini sedang dalam perjalanan pulang usai berlibur dari kawasan Pantai Palabuhanratu. Menurut Aufa Kalafari Ramadhani (27), salah seorang penumpang, mobil mereka terpaksa berhenti di tengah tanjakan curam karena sebuah sepeda motor di depannya tidak kuat menanjak dan terhenti. "Pas mau naik tanjakan, di depan ada mobil sama motor. Kayaknya motornya nggak kuat, akhirnya kita ikut berhenti. Pas mau jalan lagi, mobil udah nggak kuat, mundur, terus terguling," ujar Aufa. Setelah terhenti di medan miring tersebut, mesin kendaraan diduga kehilangan momentum dan tidak mampu kembali bergerak maju, sehingga menyebabkan mobil mundur tak terkendali dan akhirnya terguling melintang di tengah badan jalan.
Kepanikan sempat melanda kabin mobil, dengan penumpang lain, Akom (57), bahkan nekat melompat keluar untuk mencoba mengganjal ban dengan batu. Namun, upayanya gagal karena mobil lebih dulu terbalik. "Baru saja saya megang batu, itu (mobil) sudah kejadian. Semuanya terguling," tutur Akom. Beruntung, tim penyelamat dari Kantor SAR Jakarta, yang sedang melakukan patroli Mobile Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, berada tidak jauh dari lokasi kejadian dan segera memberikan bantuan evakuasi. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, mengonfirmasi bahwa dari tujuh penumpang, dua di antaranya mengalami luka terbuka pada bagian lengan, sementara lima lainnya dalam kondisi baik atau syok. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk penanganan medis lebih lanjut.
Tanjakan Cisarakan, yang merupakan bagian dari jalur alternatif Cikidang-Palabuhanratu, dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Sukabumi. Medannya yang curam, dengan kemiringan hampir mencapai 45 derajat di beberapa bagian, serta kondisi jalan yang dilaporkan berlubang dan minimnya pembatas jalan, kerap menjadi pemicu insiden. Warga setempat dan laporan media telah berulang kali menyoroti bahaya jalur ini, dengan berbagai insiden mobil masuk jurang sedalam puluhan meter terjadi nyaris setiap tahun.
Data statistik kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sukabumi mengindikasikan bahwa meskipun ada penurunan kasus secara keseluruhan di tahun-tahun sebelumnya, jumlah korban masih signifikan. Polres Sukabumi mencatat 153 kejadian kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2024, yang mengakibatkan 88 orang meninggal dunia, 25 luka berat, dan 138 luka ringan. Angka ini menunjukkan tantangan serius dalam upaya peningkatan keselamatan di jalan raya, khususnya di jalur-jalur ekstrem seperti Cisarakan. Sebelumnya, pada tahun 2023, Polres Sukabumi mencatat 131 kasus kecelakaan dengan 213 korban jiwa, turun dari 191 kasus dan 318 korban pada tahun 2022.
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan pengemudi dan kondisi prima kendaraan, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan kecelakaan. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, telah mengimbau wisatawan dan masyarakat untuk selalu berhati-hati, memeriksa kelaikan kendaraan secara rutin, serta mematuhi rambu lalu lintas guna meminimalisir risiko kecelakaan. Kurangnya pemeliharaan infrastruktur jalan yang memadai dan perilaku pengemudi yang kurang hati-hati seringkali menjadi faktor dominan dalam kecelakaan. Kecelakaan ini juga menggarisbawahi urgensi bagi pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mengevaluasi dan meningkatkan standar keselamatan di Tanjakan Cisarakan, baik melalui perbaikan fisik jalan, penambahan rambu dan pembatas jalan, maupun kampanye edukasi keselamatan berkendara yang lebih intensif bagi pengguna jalan, terutama para wisatawan.