Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Misteri Tiga WN Spanyol Hilang di Labuan Bajo: Operasi SAR Pasca Karamnya KM Putri Sakinah

2026-01-03 | 12:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-03T05:08:04Z
Ruang Iklan

Misteri Tiga WN Spanyol Hilang di Labuan Bajo: Operasi SAR Pasca Karamnya KM Putri Sakinah

Tim SAR Gabungan terus memperluas upaya pencarian tiga warga negara Spanyol yang masih hilang, korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Insiden yang terjadi pada Jumat, 26 Desember 2025, ini telah memicu perpanjangan operasi SAR hingga Minggu, 4 Januari 2026, di tengah kondisi cuaca yang menantang. Kecelakaan tragis ini menyoroti kembali kerentanan keselamatan maritim di salah satu destinasi pariwisata super prioritas Indonesia.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi memperpanjang operasi pencarian terhadap Fernando Martin Carreras, pelatih sepak bola Valencia CF Femenino B, beserta dua anaknya, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier. Mereka menjadi bagian dari keluarga yang berlibur saat kapal pinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar setelah mengalami mati mesin dan dihantam gelombang tinggi. Sebelumnya, empat WNA Spanyol dilaporkan hilang, namun satu jenazah perempuan, diidentifikasi sebagai Maria Lia Martinez Ortuno, salah satu anak Fernando Martin, ditemukan nelayan di Perairan Pulau Serai pada Senin, 29 Desember 2025, dan telah diidentifikasi melalui data antemortem serta DNA, sebelum kemudian dipulangkan ke Spanyol.

Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku Koordinator Misi SAR (SMC), menyatakan optimisme tim gabungan untuk menemukan korban. "Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini," ujar Fathur Rahman. Pada hari keenam pencarian, Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran hingga 34,96 Nautical Mile dan mengerahkan 11 penyelam profesional dari berbagai komunitas selam lokal Labuan Bajo, termasuk Alexa Pinisi, Maika Dive, Scuba Republic, Dive Tribe, Aqura Dive, Wetfog Dive, dan Helo Dive, serta penyelam dari Kantor SAR Maumere. Sebanyak 13 kapal, termasuk KN SAR Puntadewa, RIB 500 PK Pos SAR Manggarai Barat, Sea Rider, dan Kapal Cepat Polairud Polda NTT, dikerahkan untuk menyisir area sekitar Pulau Padar dan Pulau Serai. Peralatan sonar dan hidronav milik Ditpolair Polda NTT juga digunakan untuk mendeteksi keberadaan puing kapal di dasar laut.

Insiden bermula pada Jumat malam, 26 Desember 2025, ketika KM Putri Sakinah yang membawa 11 orang—enam wisatawan Spanyol (satu keluarga), empat kru kapal, dan seorang pemandu wisata—berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Sekitar 30 menit setelah meninggalkan Pulau Kalong, sekitar pukul 20.30 WITA, kapal mengalami mati mesin di tengah laut dan dihantam dua gelombang tinggi hingga dua meter, menyebabkan kapal terbalik dan tenggelam. Tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk istri Fernando Martin, Ortuno Andrea, dan satu anaknya, Mar Martinez Ortuno, yang dievakuasi oleh kapal yang melintas dan Tim SAR gabungan. Keempat korban yang awalnya dinyatakan hilang diduga terjebak di bagian kabin lambung kapal.

Pemerintah Indonesia merespons cepat kecelakaan ini. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Luh Enik Ermawati, menyampaikan keprihatinan mendalam dan menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Kementerian Pariwisata telah melarang sementara seluruh kapal wisata berlayar di perairan Labuan Bajo mulai 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, sejalan dengan peringatan cuaca ekstrem dan gelombang tinggi dari BMKG. Larangan ini bersifat fleksibel dan dapat diperpanjang tergantung kondisi cuaca di lapangan. Menhub Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kapal telah mengantongi surat persetujuan berlayar saat kondisi cuaca dinilai kondusif, namun kondisi ombak di lokasi kejadian tiba-tiba ekstrem. Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana juga telah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Basarnas, Kementerian Luar Negeri, Badan Otorita Labuan Bajo, otoritas kesyahbandaran, pemerintah daerah, serta Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta. Bahkan, Kedutaan Besar Spanyol secara resmi telah menyampaikan surat pada 31 Desember 2025, menyatakan harapan agar operasi SAR terus diupayakan. Polda NTT melalui Kabid Humas Kombes Pol Henry Novika Chandra, juga telah melakukan upaya antemortem dengan mewawancarai Ortuno Andrea dan mengambil sampel biologis untuk mempercepat identifikasi korban jika ditemukan.

Tragedi KM Putri Sakinah menambah daftar panjang kecelakaan wisata bahari di Labuan Bajo sepanjang tahun 2025, menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar keselamatan di destinasi pariwisata super prioritas ini. Praktisi hukum dan pemerhati pariwisata menyoroti bahwa insiden ini merupakan potret rapuhnya sistem keselamatan yang menopang industri pariwisata nasional, di mana orientasi ekonomi dan target kunjungan seringkali lebih dominan dibandingkan prinsip kehati-hatian. Meskipun regulasi keselamatan telah tersedia, penegakan dan pengawasan di lapangan masih perlu ditingkatkan. Kecelakaan berulang dapat mengikis kepercayaan publik dan wisatawan internasional terhadap kesiapan Indonesia dalam mengelola pariwisata berbasis keselamatan. Pada tahun 2023, Labuan Bajo dikunjungi lebih dari 423.847 turis, dengan dominasi wisatawan asing, sebagian besar dari Eropa termasuk Spanyol, yang menunjukkan betapa pentingnya menjaga reputasi keselamatan destinasi ini. Audit independen terhadap seluruh kapal wisata dan peningkatan kapasitas pengawasan otoritas maritim menjadi krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa, memastikan bahwa ambisi pariwisata tidak mengorbankan nyawa manusia.