Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Liburan Berujung Maut: Warga Lampung Utara Hanyut Diterjang Ombak Pantai Pesisir Barat

2026-01-05 | 04:36 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T21:36:54Z
Ruang Iklan

Liburan Berujung Maut: Warga Lampung Utara Hanyut Diterjang Ombak Pantai Pesisir Barat

Seorang wisatawan asal Lampung Utara, Rizal Wahyudi, berusia antara 29 hingga 30 tahun, dilaporkan hilang terseret ombak kuat saat berenang di Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Sabtu, 3 Januari 2026, sekitar pukul 17.30 WIB. Peristiwa nahas ini terjadi ketika korban bersama 14 rekannya sedang berlibur dan mandi di pantai tersebut, sebelum akhirnya terseret arus laut ke tengah. Hingga saat ini, tim pencarian dan pertolongan gabungan masih berupaya menemukan keberadaan Rizal.

Camat Krui Selatan, Akhmad Firsada Indah, membenarkan kejadian tersebut, menjelaskan bahwa rombongan Rizal berangkat dari Kotabumi, Lampung Utara, pagi hari dan tiba di Pantai Mandiri Sejati sekitar pukul 15.30 WIB. Korban mulai mandi di laut sekitar pukul 17.00 WIB, dan setengah jam kemudian ia terseret arus. Kondisi ombak yang cukup kuat menjelang petang menyulitkan upaya pencarian awal oleh warga sekitar dan aparat setempat. Plt. Kepala BPBD Pesisir Barat, Roby Arfan, menyatakan pihaknya segera mengerahkan tim gabungan untuk menyisir garis pantai guna mencari korban. Kepala Bidang Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, juga mengonfirmasi insiden ini dan menyebut tim SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan membagi tim untuk menyisir pinggir pantai dan perairan laut.

Insiden tenggelamnya wisatawan ini terjadi di tengah peringatan dini gelombang tinggi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG merilis prakiraan gelombang tinggi di perairan Indonesia, termasuk Samudra Hindia bagian barat Lampung, yang berlaku mulai 3 Januari hingga 6 Januari 2026, dengan potensi gelombang mencapai 2,5 hingga 4,0 meter. Peringatan ini menggarisbawahi risiko bahaya bagi aktivitas kelautan dan wisata pantai.

Tragedi di Pantai Mandiri Sejati bukan insiden terisolasi di Pesisir Barat, wilayah yang terkenal dengan garis pantainya yang panjang dan ombak besar, menarik peselancar namun juga menyimpan bahaya. Pada Juli 2025, seorang pria asal Lampung Utara bernama Aldi Suparman juga tewas terseret ombak di Pantai Labuhan Jukung, Pesisir Barat, saat berupaya menyelamatkan istri dan dua anaknya. Rangkaian kejadian ini mengindikasikan adanya pola berulang terkait kurangnya kesadaran dan antisipasi terhadap bahaya laut di kalangan wisatawan maupun pengelola wisata.

Menyikapi insiden serupa dan kondisi cuaca ekstrem, Polda Lampung secara konsisten mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada serta berhati-hati saat berwisata ke pantai. Kombes Yuni Iswandari menekankan pentingnya menaati peraturan dan larangan dari petugas serta pengelola tempat wisata, termasuk larangan berenang, terutama saat cuaca buruk. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung juga sebelumnya telah mengimbau pengelola tempat wisata untuk memastikan keselamatan dan keamanan wisatawan, serta menyediakan fasilitas dan rambu-rambu bahaya. Namun, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Hariyadi, pada tahun 2017, pernah mengakui bahwa puluhan wisata pantai di Lampung masih belum memiliki menara pemantau pengunjung dan penjaga pengamanan pantai yang memadai. Minimnya infrastruktur dan personel keselamatan ini menjadi celah krusial dalam mitigasi risiko.

Kejadian yang menimpa Rizal Wahyudi menyoroti urgensi evaluasi komprehensif terhadap standar keselamatan di destinasi wisata pantai Pesisir Barat. Diperlukan kerja sama lintas sektor yang lebih kuat antara pemerintah daerah, BMKG, kepolisian, Basarnas, pengelola wisata, dan komunitas lokal. Peningkatan pengawasan, pemasangan rambu peringatan yang jelas, penyediaan penjaga pantai yang terlatih, serta edukasi berkelanjutan bagi wisatawan tentang potensi bahaya ombak dan arus menjadi langkah-langkah krusial untuk mencegah terulangnya tragedi di masa mendatang. Tanpa upaya terpadu, pesona wisata bahari Pesisir Barat akan terus diiringi oleh risiko yang mengancam nyawa.