Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Celana Merah Menguak Identitas Jasad Pelatih Valencia

2026-01-05 | 04:43 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T21:43:29Z
Ruang Iklan

Celana Merah Menguak Identitas Jasad Pelatih Valencia

Tim SAR gabungan pada Minggu (4/1/2026) pagi menemukan jenazah Fernando Martín Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF, Spanyol, yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah kapal wisata yang ditumpanginya tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada 26 Desember 2025. Jenazah pria berusia 44 tahun tersebut teridentifikasi melalui pakaian yang tersisa, khususnya celana pendek berwarna merah, yang dikenali oleh pihak keluarga. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif selama sepuluh hari di tengah tantangan kondisi laut dan cuaca ekstrem.

Jenazah Fernando Martín Carreras ditemukan mengambang di permukaan perairan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, sekitar pukul 08.47 WITA. Kepala Kantor Basarnas Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, menyatakan bahwa identifikasi awal keluarga sangat membantu, meski tim masih menunggu hasil identifikasi resmi dari dokter Polri dan RSUD Komodo Labuan Bajo. Komisaris Besar Henry Novika Chandra, Kabid Humas Polda NTT, juga mengonfirmasi identitas jenazah sebagai Fernando Martín Carreras, warga negara Spanyol.

Tragedi ini bermula ketika kapal wisata pinisi Putri Sakinah, yang ditumpangi Fernando beserta keluarganya dan total sebelas orang, tenggelam di Selat Pulau Padar pada Jumat, 26 Desember 2025. Laporan saksi mata dan pihak berwenang menyebutkan kapal mengalami kerusakan struktural parah akibat benturan keras, sementara laporan lain mengindikasikan kapal mati mesin dan dihantam ombak setinggi 1,5 meter. Insiden tersebut merenggut nyawa Fernando Martín Carreras beserta tiga orang anaknya yang berusia 9, 10, dan 12 tahun. Istri Fernando, Andrea, dan seorang putrinya yang berusia tujuh tahun berhasil selamat setelah terlempar dari kapal dan ditemukan dalam kondisi hidup. Klub sepak bola Valencia CF dan Real Madrid C.F. telah menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi ini.

Operasi pencarian dan penyelamatan yang melibatkan Basarnas, Polairud Polda NTT, dan berbagai unsur SAR gabungan lainnya telah dilakukan secara intensif selama sepuluh hari. Kondisi arus laut yang cepat dan cuaca buruk menjadi tantangan signifikan dalam upaya pencarian. Pemerintah Spanyol secara resmi mengapresiasi respons cepat dan profesional tim penyelamat Indonesia.

Insiden tenggelamnya kapal Putri Sakinah telah memicu perhatian serius dari pemerintah Indonesia terhadap standar keselamatan pariwisata, khususnya di wilayah bahari yang populer seperti Taman Nasional Komodo. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada Kamis (1/1/2026) menyatakan bahwa pada tahun 2026, kementerian akan berfokus pada peningkatan keamanan wisata melalui pelatihan, pendampingan, dan edukasi bagi sumber daya manusia di sektor transportasi dan seluruh usaha pariwisata. Koordinasi antar-lembaga seperti Kementerian Perhubungan, Basarnas, Kementerian Luar Negeri, Badan Otorita Labuan Bajo, dan pemerintah daerah juga akan diperkuat untuk memastikan setiap operasional berjalan sesuai standar keselamatan. Tragedi ini menggarisbawahi urgensi implementasi protokol keselamatan yang ketat dan pengawasan kondisi cuaca yang lebih proaktif, khususnya mengingat catatan bencana alam dan insiden laut di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Peningkatan akreditasi dan standar operasional prosedur (SOP) Basarnas, sebagaimana diatur dalam Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, menjadi relevan untuk memastikan respons yang efektif dan akuntabel dalam menghadapi kondisi membahayakan manusia.