Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Korsleting Sound System Bakar Bus Peziarah di Tol Cikampek

2026-01-05 | 20:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-05T13:26:41Z
Ruang Iklan

Korsleting Sound System Bakar Bus Peziarah di Tol Cikampek

Sebuah bus rombongan peziarah dari Metro, Lampung, terbakar habis di Kilometer 06A ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada Senin sore, 5 Januari 2026, setelah api diduga berasal dari korsleting pada sistem suara atau sound system di dalam kendaraan. Seluruh 34 penumpang yang hendak menuju Makam Wali Songo berhasil dievakuasi dengan selamat oleh petugas patroli jalan raya (PJR). Kepala Induk PJR Tol Cikampek, Kompol Sandy Titah Nugraha, menyatakan bahwa pengemudi bus melihat asap di bagian bodi belakang kanan sebelum menghentikan bus dan melakukan evakuasi darurat.

Insiden ini menyoroti kembali kerentanan keselamatan pada transportasi umum, khususnya bus pariwisata yang kerap melakukan modifikasi interior, termasuk penambahan sistem audio yang tidak standar. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kebakaran bus akibat gangguan kelistrikan merupakan ancaman berulang di jalan raya Indonesia. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palembang sepanjang tahun 2025 menunjukkan 166 kasus kebakaran disebabkan oleh listrik, menjadikannya penyebab dominan di antara 277 total kasus yang ditangani. Di Bandar Lampung, daerah asal bus naas tersebut, korsleting listrik juga merupakan penyebab utama kasus kebakaran sepanjang 2025.

Kementerian Perhubungan melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memiliki mandat untuk menginvestigasi kecelakaan transportasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Namun, detail investigasi KNKT untuk kasus kebakaran bus peziarah ini belum dirilis secara spesifik. Regulasi terkait angkutan darat wisata sejatinya telah mengatur persyaratan kelaikan kendaraan dan instalasi listrik yang aman. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor juga menjadi landasan bagi penerapan Sistem Informasi Manajemen Pengujian Kendaraan Bermotor Terintegrasi Penuh (SIM PKB Fullcycle) yang mulai berlaku nasional pada 2 Januari 2026. Sistem ini diharapkan dapat memperbaiki tata kelola uji berkala kendaraan bermotor dan mengatasi pelanggaran prosedur serta pemalsuan dokumen yang kerap terjadi, demi meningkatkan keselamatan lalu lintas dan kualitas pelayanan publik di sektor transportasi darat.

Praktik modifikasi sistem audio pada bus pariwisata menjadi salah satu aspek yang memerlukan pengawasan lebih ketat. Banyak operator bus menambahkan perangkat audio canggih untuk kenyamanan penumpang tanpa memastikan standar keamanan kelistrikan yang memadai, seperti penggunaan kabel berkualitas, sekering yang sesuai, dan pemasangan oleh teknisi bersertifikat. Insiden sebelumnya di Tol Cikampek juga mencatat berbagai penyebab kebakaran bus, mulai dari korsleting kabel mesin pada bus Damri di KM 46 pada Oktober 2025 hingga pecah ban dan rem terkunci pada bus pariwisata yang membawa 50 penumpang di KM 47 pada Mei 2025. Pada Mei 2025, bus pariwisata yang mengangkut siswa SD juga terbakar di KM 47 Tol Jakarta-Cikampek, diduga karena korsleting listrik di bagian belakang bus dekat roda, meskipun seluruh 49 penumpang berhasil diselamatkan.

Implikasi jangka panjang dari insiden semacam ini melampaui kerugian material dan potensi korban jiwa. Hal ini dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap keamanan transportasi umum, terutama untuk perjalanan jauh atau tujuan wisata/ziarah. Pemerintah dan pihak operator bus harus bekerja sama secara proaktif untuk memastikan bahwa setiap modifikasi kendaraan, khususnya yang melibatkan sistem kelistrikan, mematuhi standar keselamatan tertinggi. Audit keselamatan rutin dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran kelaikan jalan dan modifikasi ilegal menjadi krusial. Selain itu, edukasi kepada pengemudi dan awak bus mengenai prosedur darurat, serta pentingnya perawatan preventif, akan sangat membantu mengurangi risiko kebakaran dan menyelamatkan nyawa di masa depan.