:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460737/original/030652300_1767277787-1001456501.jpg)
Labuan Bajo – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, resmi dihentikan setelah 15 hari upaya intensif, menyisakan seorang anak warga negara Spanyol yang masih dinyatakan hilang. Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman selaku Koordinator Misi SAR (SMC) mengonfirmasi penutupan operasi pada Jumat, 9 Januari 2026, pukul 14.20 WITA, meskipun kegiatan pemantauan terbatas tetap akan dilakukan. Korban yang belum ditemukan tersebut adalah anak laki-laki dari Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola wanita Valencia, Spanyol, yang juga menjadi korban tewas dalam insiden tersebut.
Insiden tragis ini terjadi pada Jumat malam, 26 Desember 2025, ketika KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 orang, terdiri dari empat awak kapal dan tujuh penumpang termasuk enam warga negara asing asal Spanyol dan seorang pemandu wisata Indonesia, tenggelam di perairan Labuan Bajo. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh korban selamat sesaat setelah kejadian. Dalam periode 15 hari operasi pencarian, tiga jenazah korban berhasil ditemukan. Korban pertama, seorang perempuan warga negara Spanyol, ditemukan pada Senin, 29 Desember 2025. Kemudian, jenazah Fernando Martin Carreras berhasil ditemukan pada Minggu, 4 Januari 2026. Penemuan terakhir terjadi pada Selasa, 6 Januari 2026, ketika salah satu anak laki-laki Fernando Carreras yang berusia 10 tahun ditemukan terperangkap di dalam bangkai kapal. Istri Fernando, Mar Martinez Ortuno, dan satu anak bungsu mereka dilaporkan selamat dari musibah tersebut.
Fathur Rahman menjelaskan bahwa kendala utama selama operasi SAR adalah perubahan arus laut yang cepat di perairan Labuan Bajo serta sulitnya mendeteksi posisi awal tenggelamnya kapal. Meskipun demikian, dengan ditutupnya operasi SAR secara resmi, otoritas tetap akan melakukan pemantauan terhadap korban yang masih hilang. Nakhoda dan sejumlah awak kapal KM Putri Sakinah telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, mengindikasikan adanya dugaan kelalaian yang berkontribusi pada kecelakaan.
Tragedi KM Putri Sakinah ini menambah daftar panjang insiden kecelakaan kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, sebuah destinasi pariwisata super prioritas. Para pengamat dan pegiat sosial menyuarakan keprihatinan mendalam, menyatakan bahwa berulangnya kecelakaan tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga karena pengabaian aspek keamanan dan lemahnya pengawasan dari otoritas pelabuhan. Kekhawatiran mengenai modifikasi kapal yang tidak sesuai standar dan praktik "amplop Syahbandar" (dugaan suap kepada otoritas pelabuhan) seringkali muncul dalam diskusi terkait penyebab kecelakaan laut di Indonesia. Doni Parera, seorang pegiat sosial, berpendapat bahwa kecelakaan KM Putri Sakinah harus menjadi momentum untuk pembenahan fundamental, terutama di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) telah mengirimkan tim khusus ke Labuan Bajo untuk memantau dan mengoordinasikan penanganan insiden tersebut, menunjukkan tingkat seriusnya masalah ini. Kementerian Perhubungan sebenarnya telah menerbitkan serangkaian Peraturan Menteri (PM 25, 27, 28, 29, dan 30 Tahun 2016) yang bertujuan meningkatkan keselamatan dan keamanan angkutan penyeberangan, termasuk kewajiban daftar penumpang (manifes) dan pengikatan kendaraan. Namun, implementasi regulasi ini seringkali menghadapi tantangan di lapangan, membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, operator kapal, dan masyarakat. Kasus ini secara tegas menyoroti perlunya audit kelaikan kapal yang lebih ketat, penegakan hukum yang tanpa kompromi, serta reformasi sistem pengawasan untuk memastikan standar keselamatan internasional benar-benar diterapkan, demi mencegah terulangnya tragedi serupa dan memulihkan kepercayaan wisatawan terhadap keamanan pelayaran di salah satu permata pariwisata Indonesia ini.