Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Horor Mudik: Pemudik Lampung Selatan Dibegal Golok, Motor Lenyap

2026-01-05 | 01:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T18:12:02Z
Ruang Iklan

Horor Mudik: Pemudik Lampung Selatan Dibegal Golok, Motor Lenyap

Seorang pemudik menjadi korban aksi begal bersenjata tajam di Lampung Selatan pada dini hari, Minggu, 4 Januari 2026, kehilangan sepeda motornya setelah dipepet dan disabet golok oleh para pelaku. Insiden ini menambah panjang daftar kejahatan jalanan yang kerap menimpa para pelintas, khususnya selama periode mobilitas tinggi seperti masa liburan dan arus mudik di wilayah tersebut. Kejadian serupa juga dilaporkan pada April 2025 di Penengahan, Lampung Selatan, di mana seorang pemudik asal Bekasi dirampas ponselnya setelah sempat menolong dua orang yang mengaku kehabisan bensin.

Kejahatan jalanan telah menjadi penyumbang terbesar angka kriminalitas di Provinsi Lampung. Data Polda Lampung menunjukkan, dari total 11.954 kasus kejahatan konvensional yang terjadi sepanjang tahun 2025, sebanyak 7.031 kasus di antaranya merupakan kejahatan jalanan. Angka kriminalitas secara keseluruhan di Lampung mengalami kenaikan 7,9 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan 11.954 kasus kejahatan konvensional dilaporkan. Provinsi Lampung juga termasuk dalam 10 besar provinsi dengan penindakan kasus pencurian terbanyak secara nasional per Juni 2025. Meskipun demikian, Kabupaten Lampung Selatan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah penyelesaian tindak kejahatan tertinggi di Lampung pada tahun 2023, setelah Kota Bandar Lampung, dengan 984 kasus terselesaikan.

Peristiwa pembegalan ini menyoroti kerentanan pemudik yang melintasi jalur utama di Sumatera, terutama di sekitar Pelabuhan Bakauheni dan Jalan Lintas Sumatera, yang merupakan pintu gerbang vital antara Jawa dan Sumatera. Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika berulang kali mengimbau para pemudik untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat arus mudik Lebaran. Pihak kepolisian juga telah membentuk tim khusus anti-begal di setiap Polres/Polresta jajaran di Provinsi Lampung dan memberikan pengawalan bagi pemudik sepeda motor yang melintas pada malam hari dari Pelabuhan Bakauheni.

Namun, tantangan dalam mengamankan wilayah yang memiliki dinamika sosial tinggi dan keterbatasan personel kepolisian masih menjadi perhatian. Irjen Pol Helfi Assegaf, Kapolda Lampung, pada Desember 2025 menyatakan bahwa keamanan Lampung tidak dapat hanya ditopang oleh Polri semata. Dengan rasio satu polisi melayani sekitar seribu penduduk, Kapolda menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Fenomena begal terhadap pemudik bukan masalah baru di Lampung. Pada tahun 2018, mantan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian bahkan secara tegas menginstruksikan seluruh kepala polres di Lampung untuk memberantas begal, menunjukkan persoalan ini memiliki akar yang mendalam dan berulang. Keberlanjutan insiden semacam ini tidak hanya menimbulkan kerugian materiil dan fisik bagi korban, tetapi juga mengikis rasa aman dan kepercayaan publik terhadap jaminan keamanan di jalur-jalur vital. Dampak jangka panjangnya dapat menghambat mobilitas ekonomi dan pariwisata regional, serta merusak citra Lampung sebagai gerbang Sumatera. Oleh karena itu, solusi komprehensif yang melibatkan penegakan hukum tegas, peningkatan patroli di titik rawan, edukasi masyarakat, dan upaya perbaikan kondisi sosial-ekonomi secara berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk memutus mata rantai kejahatan jalanan ini.