Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Guci Tegal Waspada Hujan Susulan: Peringatan BNPB Pasca Banjir Surut

2026-01-01 | 01:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T18:06:30Z
Ruang Iklan

Guci Tegal Waspada Hujan Susulan: Peringatan BNPB Pasca Banjir Surut

Banjir bandang yang melanda kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu, 20 Desember 2025, telah surut, namun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara eksplisit mengingatkan masyarakat akan potensi curah hujan tinggi yang masih akan terjadi di wilayah tersebut. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur vital pariwisata, termasuk hilangnya kolam air panas Pancuran 13 dan terputusnya jaringan pipa air panas, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto membeberkan bahwa kerusakan akibat banjir bandang mencakup tergerusnya kolam air panas di kawasan Pancuran 13, serta hanyutnya belasan jembatan rawan bencana dan pipa-pipa saluran air. Meskipun aliran Sungai Gung, yang meluap akibat intensitas hujan tinggi, telah berangsur normal, status kerawanan di lokasi tersebut tetap tinggi. Untuk keamanan, area Pancuran 13 ditutup sementara sambil menunggu pendataan dan penanganan lanjutan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menyatakan bahwa material lumpur, pasir, dan batu menutupi sebagian area wisata. Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu lereng Gunung Slamet menjadi pemicu utama luapan sungai. Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengkonfirmasi bahwa banjir dipicu oleh hujan berintensitas tinggi selama kurang lebih tiga jam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, di seluruh Jawa Tengah hingga akhir Desember 2025. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menjelaskan bahwa seluruh wilayah Jawa Tengah telah memasuki musim hujan, dengan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) Negatif dan El Niño-Southern Oscillation (ENSO) Netral berkontribusi pada peningkatan intensitas curah hujan. Kabupaten Tegal termasuk dalam kategori Siaga dengan prakiraan curah hujan berkisar 200-300 milimeter per dasarian untuk periode 21-31 Desember 2025.

Prakiraan BMKG lebih lanjut menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Tengah, pada Rabu, 31 Desember 2025. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan ini diperkirakan terjadi mulai akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, dengan puncak musim hujan di wilayah Jawa. BNPB mengimbau masyarakat di sepanjang aliran Sungai Gung, khususnya dari Balapulang, Dukuhwaru, Adiwerna hingga kawasan Pantura, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan.

Kerentanan kawasan wisata Guci terhadap banjir bandang tidak terlepas dari karakteristik geografisnya yang berada di wilayah pegunungan. Aliran air hujan dari kawasan atas mengalir dengan kecepatan tinggi, membawa material alam dari hulu sungai dan memperparah dampak banjir. Peristiwa ini bukan hanya merupakan kerugian bagi sektor pariwisata lokal yang tengah berupaya pulih, namun juga menjadi pengingat kritis akan urgensi investigasi penyebab mendalam, termasuk desakan untuk meninjau dugaan aktivitas ilegal di hulu sungai yang dapat memperburuk risiko bencana. Mitigasi jangka panjang, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta sistem peringatan dini yang efektif menjadi krusial untuk melindungi masyarakat dan aset ekonomi di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti Guci, Tegal.