Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dua Wisatawan Bogor Hilang Ditelan Ombak Pantai Sunset Sukabumi, SAR Bergerak

2026-01-19 | 01:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-18T18:25:36Z
Ruang Iklan

Dua Wisatawan Bogor Hilang Ditelan Ombak Pantai Sunset Sukabumi, SAR Bergerak

Dua wisatawan asal Bogor, Angga Ardiansyah (30) dan Alfin Alfiandi (28), terseret ombak saat berenang di Pantai Sunset, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Tim SAR gabungan segera melancarkan operasi pencarian intensif setelah laporan diterima, meskipun satu korban, Alfin, telah ditemukan meninggal dunia pada malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB, terdampar sekitar 500 meter dari lokasi kejadian awal.

Insiden tragis ini menambah panjang daftar kecelakaan laut di pesisir selatan Sukabumi yang dikenal memiliki karakteristik ombak dan arus balik berbahaya. Menurut kepolisian, peristiwa bermula ketika ketiga wisatawan bermain air di belakang Villa Philita. Angga Ardiansyah berenang terlalu ke tengah, dan Alfin Alfiandi berusaha menolongnya, namun keduanya justru terseret arus kuat dan ombak yang sedang pasang. Rekan mereka, Dede Hakimin, sempat mencoba membantu tetapi tidak sanggup mengejar dan berhasil menyelamatkan diri ke bibir pantai.

Koordinator Pos SAR Sukabumi, Suryo Adianto, menyatakan bahwa tim gabungan yang melibatkan Basarnas, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Sukabumi, dan potensi SAR lainnya telah menyisir perairan hingga radius 2 nautical mile serta melakukan pencarian visual di sepanjang garis pantai hingga 2 kilometer untuk menemukan korban lainnya. Kondisi lapangan, seperti ombak tinggi dan arus yang tidak stabil, menjadi tantangan signifikan dalam upaya evakuasi.

Pesisir selatan Jawa Barat, termasuk Sukabumi, menjadi salah satu destinasi wisata pantai favorit, namun juga menyimpan risiko tinggi akibat dinamika fisik pantainya. Data menunjukkan, risiko tenggelam merupakan penyebab kedua terbesar jatuhnya korban jiwa dalam wisata bahari setelah kecelakaan jalan raya. Pada libur Lebaran tahun 2023, misalnya, tercatat 29 wisatawan mengalami kecelakaan di Sukabumi, dengan 9 di antaranya meninggal dunia dari 10 insiden kecelakaan laut, sungai, dan wisata air. Angka ini mengalami peningkatan sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Insiden serupa juga pernah terjadi di Pantai Sunset sebelumnya, dengan beberapa wisatawan terseret ombak dan sebagian ditemukan meninggal dunia.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara konsisten menekankan pentingnya mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan bagi wisatawan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dan gelombang laut yang tinggi. Basarnas mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek kondisi cuaca, mengutamakan keselamatan, dan menghindari area pantai yang berpotensi berbahaya. Peringatan bahaya ombak, rambu-rambu larangan berenang, dan pengawasan ketat dari petugas penjaga pantai telah disiapkan di banyak lokasi. Namun, masih sering ditemukan wisatawan yang mengabaikan imbauan tersebut. Kasat Polairud Polres Sukabumi, AKP Dadi, secara tegas mengingatkan agar wisatawan mematuhi peringatan petugas dan tidak berenang terlalu ke tengah, karena keselamatan harus menjadi prioritas utama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, bekerja sama dengan berbagai pihak, juga aktif melakukan pelatihan dan sosialisasi penanganan bencana di objek wisata pantai untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan pengelola wisata mengenai cara menyelamatkan diri dan memberikan bantuan. Namun, efektivitas langkah-langkah mitigasi ini sangat bergantung pada kepatuhan wisatawan terhadap regulasi dan kesadaran akan potensi bahaya. Kasus ini kembali menyoroti urgensi edukasi berkelanjutan dan penegakan aturan keselamatan yang lebih ketat di destinasi wisata pantai, khususnya di wilayah pesisir selatan Jawa Barat yang dikenal dengan karakter ombaknya yang kuat dan sulit diprediksi.