Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dari Kebun ke ICU: Jamur Liar Sebabkan Dua Keluarga Cianjur Kritis

2026-01-22 | 22:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T15:15:18Z
Ruang Iklan

Dari Kebun ke ICU: Jamur Liar Sebabkan Dua Keluarga Cianjur Kritis

Empat warga dari dua keluarga di Kampung Sela, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilarikan ke rumah sakit setelah mengonsumsi jamur liar yang mereka petik dari kebun pada Rabu sore, 21 Januari 2026. Peristiwa ini mengakibatkan satu korban, Wahyu Saripudin (65), meninggal dunia di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Sayang Cianjur pada Kamis, 22 Januari 2026, setelah kondisi kesehatannya memburuk secara drastis. Dua korban lainnya, Imas dan Yani, masih menjalani perawatan intensif, sementara Yanto (48) telah diizinkan pulang setelah kondisinya membaik.

Insiden keracunan bermula ketika anak Wahyu Saripudin membawa seember jamur liar yang ditemukan di area kebun dekat rumah. Jamur tersebut kemudian dibagikan kepada kerabat mereka yang tinggal berdekatan, Yanto dan Yani. Setelah diolah dan disantap, keempat korban mulai merasakan gejala mual, pusing hebat, muntah, lemas, dan keringat dingin hanya dalam waktu 15 hingga 30 menit. Yanto, salah satu korban, menyatakan bahwa dirinya sempat ragu akan keamanan jamur tersebut, namun bentuknya yang menyerupai jamur konsumsi umum membuat mereka akhirnya memutuskan untuk mengolahnya.

Kapolres Cianjur AKBP A. Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa penyelidikan awal menunjukkan keracunan ini murni disebabkan oleh konsumsi jamur liar yang tumbuh subur selama musim hujan. Tidak ada faktor lain yang teridentifikasi memicu kejadian tragis ini. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, yang juga meninjau langsung kondisi para korban, menyatakan bahwa pihak pemerintah daerah masih mengidentifikasi sampel jamur untuk memastikan jenis pasti penyebab keracunan. Humas RSUD Sayang Cianjur, Raya Sandi, mengonfirmasi meninggalnya Wahyu Saripudin di ICU, sembari mencatat adanya dugaan riwayat penyakit lambung pada korban.

Fenomena keracunan jamur liar bukan merupakan kasus terisolasi di Indonesia. Data menunjukkan bahwa antara tahun 2010 hingga 2020, terdapat 76 kasus keracunan jamur liar di seluruh Indonesia yang melibatkan 550 korban, dengan sembilan di antaranya meninggal dunia. Banyak kasus terjadi akibat kesulitan membedakan antara jamur yang aman untuk dikonsumsi dengan spesies beracun yang memiliki kemiripan morfologi. Beberapa genus jamur yang seringkali menjadi penyebab keracunan di Indonesia meliputi Amanita sp., Chlorophyllum cf. molybdites, dan Lepiota sp., yang beberapa di antaranya dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Minimnya informasi yang terdata secara komprehensif mengenai keragaman jamur liar di Indonesia, termasuk daftar lengkap spesies beracun, menjadi tantangan signifikan bagi upaya mitigasi. Kesalahan identifikasi menjadi penyebab utama keracunan, terutama bagi masyarakat di pedesaan yang secara tradisional kerap mengonsumsi hasil hutan. Tragedi di Cianjur ini menyoroti kembali urgensi edukasi publik yang lebih masif dan terstruktur mengenai bahaya mengonsumsi jamur liar tanpa pengetahuan memadai. Para ahli botani dan gizi merekomendasikan masyarakat untuk tidak sembarangan memakan jamur yang dipetik dari alam bebas tanpa konsultasi dengan ahli mikologi atau panduan identifikasi yang terpercaya, guna mencegah insiden serupa terulang di masa depan.