Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Brimob Polda Metro Gerak Cepat Tangani Banjir dan Pohon Tumbang di Priok

2026-01-12 | 16:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T09:08:43Z
Ruang Iklan

Brimob Polda Metro Gerak Cepat Tangani Banjir dan Pohon Tumbang di Priok

Personel Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) diterjunkan ke Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin 12 Januari 2026, menyusul serangkaian insiden banjir dan pohon tumbang akibat hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak dini hari. Respons cepat ini bertujuan menyingkirkan hambatan akses jalan umum dan mengamankan jalur kereta api yang terdampak, serta membantu warga yang terdampak genangan air di beberapa kelurahan di Jakarta Utara.

Hujan deras dan angin kencang menyebabkan setidaknya satu pohon tumbang di kawasan Tanjung Priok, menghambat lalu lintas kendaraan dan memutus aliran listrik pada jalur kereta api. Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Henik Maryanto, menyatakan bahwa Brimob senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem yang memicu kejadian darurat seperti pohon tumbang, banjir, dan gangguan fasilitas umum. Ia menekankan kesiapsiagaan dan kecepatan bertindak sebagai prioritas, memastikan setiap situasi tertangani secara cepat dan tepat. Insiden pohon tumbang di antara Stasiun Tanjung Priok dan Stasiun Kampung Bandan memaksa KAI Commuter membatalkan empat perjalanan KRL, yaitu Commuter Line No. 2214 dan 2216 relasi Jakarta Kota-Tanjung Priok, serta No. 2215 dan 2217 relasi Tanjung Priok-Jakarta Kota, hingga pukul 09.12 WIB.

Selain pohon tumbang, hujan berintensitas tinggi juga memicu genangan dan banjir di berbagai titik Jakarta Utara. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 13.00 WIB, terdapat 28 Rukun Tetangga (RT) dan 46 ruas jalan di Jakarta terendam banjir, termasuk dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 20 sentimeter. Lurah Sunter Jaya, Eka Perselian, melaporkan genangan setinggi lima hingga sepuluh sentimeter di sejumlah ruas jalan vital seperti Jalan Yos Sudarso, Gedung Altira, depan Mal Arta Gading, Jalan Danau Sunter Utara, Jalan Sunter Kirana, Jalan Danau Sunter Selatan, dan Jalan Danau Indah Raya. Kawasan lain seperti Plumpang-Semper Koja, Jalan Raya Cilincing-Marunda, dan Boulevard Kelapa Gading juga ikut terendam, memperparah kemacetan lalu lintas.

Kondisi geografis Jakarta Utara, khususnya Tanjung Priok, secara historis rentan terhadap banjir. Genangan sering kali disebabkan oleh kombinasi curah hujan tinggi, keterbatasan daya tampung saluran air, serta fenomena banjir rob akibat pasang air laut yang meluap ke daratan, diperparah oleh elevasi daratan yang tipis di sepanjang pesisir utara Jakarta. Data dari BMKG menunjukkan bahwa hujan lebat yang terjadi didorong oleh kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan lebat di wilayah Jabodetabek.

Implikasi jangka panjang dari pola cuaca ekstrem ini memerlukan perhatian serius terhadap infrastruktur drainase dan pengelolaan lingkungan. Penanganan yang dilakukan oleh petugas gabungan, termasuk Brimob, BPBD, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), meliputi penyedotan air, pembersihan tali-tali air dari sampah dan sedimen, serta pengaturan lalu lintas. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menargetkan genangan surut dalam waktu cepat dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Namun, insiden berulang menggarisbawahi urgensi modernisasi sistem drainase, rehabilitasi tanggul sungai dan pantai yang belum lengkap, serta evaluasi komprehensif terhadap kondisi pohon-pohon kota untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Pengelolaan kota yang adaptif terhadap perubahan iklim menjadi keniscayaan demi mengurangi kerentanan warga Jakarta Utara terhadap bencana hidrometeorologi.