:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460737/original/030652300_1767277787-1001456501.jpg)
Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian pelatih klub sepak bola Valencia FC, Fernando Martin Carreras, dan dua putranya yang masih belum ditemukan setelah kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 26 Desember 2025. Perpanjangan tiga hari, terhitung mulai 2 hingga 4 Januari 2026, diputuskan setelah evaluasi menyeluruh pada Kamis, 1 Januari 2026, mengingat belum ditemukannya ketiga warga negara Spanyol tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa keputusan perpanjangan diambil berdasarkan hasil evaluasi tim gabungan di Posko Operasi SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Faktor pendorong lainnya adalah permintaan resmi dari Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo. Sebelumnya, istri Fernando Martin dan satu putrinya berhasil diselamatkan, sementara satu putri lainnya ditemukan meninggal dunia pada 29 Desember 2025.
Insiden tragis ini bermula ketika KM Putri Sakinah yang ditumpangi enam anggota keluarga Martin, empat awak kapal, dan seorang pemandu wisata mengalami mati mesin dan tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi saat dalam perjalanan dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar. Meskipun area tersebut merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Taman Nasional Komodo yang terkenal dengan keindahan alam bawah laut dan satwa langka, kecelakaan laut di wilayah perairan Indonesia sering kali menjadi sorotan akibat standar keselamatan yang longgar dan masalah kelebihan muatan. Musibah ini menambah daftar panjang insiden maritim yang mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penegakan regulasi keselamatan kapal wisata di perairan Labuan Bajo yang padat wisatawan.
Sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, operasi SAR dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut. Namun, undang-undang tersebut memberikan diskresi untuk perpanjangan operasi apabila masih terdapat tanda-tanda atau peluang ditemukannya korban, sebuah ketentuan yang dimanfaatkan dalam kasus ini. Tim SAR gabungan telah mengerahkan sumber daya yang signifikan, termasuk 140 personel, belasan penyelam profesional, 12 kapal, serta peralatan canggih seperti sonar pemindai samping, drone pencitra termal, dan drone bawah air untuk menyisir topografi bawah laut yang kompleks dan area permukaan yang luas di sekitar lokasi tenggelam. Hingga evaluasi terakhir, pencarian masih nihil, namun penggunaan lima unit sonar, termasuk dari Direktorat Polairud Polda NTT, Distrik Navigasi Kupang, dan IPB, diharapkan dapat memberikan data akurat untuk pemetaan dasar laut dan membaca arus.
Perpanjangan operasi SAR ini tidak hanya mencerminkan komitmen Basarnas tetapi juga sensitivitas diplomatik dan kemanusiaan yang tinggi, mengingat keterlibatan warga negara asing dan desakan dari pihak Kedutaan Spanyol. Kasus ini berpotensi memicu tinjauan ulang yang lebih ketat terhadap regulasi keamanan kapal penumpang, terutama yang melayani rute wisata di kawasan timur Indonesia. Peningkatan pengawasan dan implementasi standar keselamatan yang lebih baik menjadi krusial untuk menjaga reputasi pariwisata Indonesia, khususnya di destinasi kelas dunia seperti Taman Nasional Komodo, serta untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.