Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Pekalongan-Sragi Melumpuhkan Jalur Kereta Utara Jateng, Perjalanan Dibatalkan

2026-01-18 | 11:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-18T04:24:58Z
Ruang Iklan

Banjir Pekalongan-Sragi Melumpuhkan Jalur Kereta Utara Jateng, Perjalanan Dibatalkan

Banjir setinggi 10 hingga 13 sentimeter di atas kepala rel kembali merendam jalur kereta api antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, pada Minggu, 18 Januari 2026. Kondisi ini secara substansial mengganggu operasional kereta api di jalur utara Jawa Tengah, memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk membatalkan sejumlah perjalanan dan mengalihkan rute kereta lainnya demi menjamin keselamatan penumpang.

Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menjelaskan bahwa genangan air di petak jalan Km 88+6/7 telah meningkat sejak Sabtu malam, 17 Januari 2026, setelah wilayah Pekalongan diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Meskipun ketinggian air sempat dilaporkan mencapai 20 sentimeter pada Sabtu pagi dan sempat surut pada Sabtu sore, hujan yang kembali turun mengakibatkan rel tergenang kembali pada Minggu. Jalur hulu dan hilir di petak tersebut dinyatakan tidak aman untuk dilintasi.

Sejumlah perjalanan kereta api dengan keberangkatan dari berbagai stasiun di wilayah Daop Semarang dibatalkan, meliputi KA Kaligung, KA Kamandaka, KA Argo Sindoro, KA Argo Muria, KA Tawangjaya Premium, KA Ambarawa Ekspres, dan KA Tegal Bahari. Selain pembatalan, PT KAI juga menerapkan pola operasi memutar melalui jalur selatan (Gundih - Solo Balapan - Kroya) untuk kereta-kereta penting seperti KA Argo Bromo Anggrek, KA Sembrani, KA Jayabaya, dan KA Pandalungan. Pola rekayasa ini mengakibatkan waktu tempuh perjalanan bertambah sekitar 3 hingga 4 jam dari jadwal normal, menimbulkan keterlambatan signifikan bagi penumpang.

Situasi ini bukan kali pertama terjadi di jalur Pantura Jawa Tengah. Jalur rel antara Pekalongan dan Sragi memang rentan terhadap genangan air, terutama selama musim penghujan dengan curah hujan ekstrem. Sebelumnya, pada 15 Januari 2026, banjir juga merendam jalur kereta di Kendal, mengganggu perjalanan delapan kereta api. PT KAI menegaskan bahwa langkah pembatalan dan pengalihan rute merupakan prioritas utama demi keselamatan perjalanan kereta api dan penumpangnya. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa genangan banjir tidak sampai mengakibatkan "gogosan" atau penggerusan konstruksi rel.

Dampak dari gangguan ini meluas, tidak hanya pada penjadwalan kereta api tetapi juga pada layanan penumpang. PT KAI telah menyediakan layanan pembatalan tiket dengan pengembalian dana 100 persen bagi pelanggan yang terkena dampak. Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami, seperti pembatalan KA Ciremai yang berdampak pada 145 penumpang yang dialihkan ke KA Harina. Pihak KAI juga menyiagakan lokomotif khusus jenis BB 304 yang memiliki kemampuan melintas di genangan air tertentu untuk menarik kereta dari arah timur ke barat melewati lokasi banjir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca yang menunjukkan Pekalongan dan sekitarnya masih berpotensi dilanda hujan ringan hingga lebat dengan petir dalam beberapa hari ke depan, termasuk potensi hujan sedang hingga lebat pada 19-28 Januari 2026. Kondisi cuaca ekstrem ini menyoroti kerentanan infrastruktur transportasi vital seperti jalur kereta api di wilayah dataran rendah pantai utara Jawa terhadap dampak perubahan iklim. PT KAI terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk memantau perkembangan di lapangan dan melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi lintasan untuk memastikan stabilitas prasarana dan keselamatan perjalanan kereta api. Rekayasa pola operasi dan upaya mitigasi menjadi respons jangka pendek, sementara kebutuhan akan peningkatan ketahanan infrastruktur menjadi tantangan jangka panjang untuk memastikan konektivitas kereta api di jalur padat ini tetap terjaga di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin sering.