Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

ATR 400 Kembali Mengudara Rute Yogyakarta-Makassar Setelah Lolos Inspeksi Ketat

2026-01-17 | 21:25 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T14:25:24Z
Ruang Iklan

ATR 400 Kembali Mengudara Rute Yogyakarta-Makassar Setelah Lolos Inspeksi Ketat

Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport (IAT) dengan nomor registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026, setelah lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pihak manajemen Bandara Adisutjipto menegaskan bahwa seluruh prosedur operasional standar (SOP) telah dijalankan sebelum keberangkatan pesawat tersebut.

Pesawat turboprop buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu lepas landas dari Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB. Penerbangan yang membawa sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang, menurut manajemen IAT dan beberapa laporan, meskipun beberapa sumber lain menyebutkan sebelas orang, dijadwalkan tiba di Makassar pada pukul 12.20 WITA. Namun, laporan resmi kehilangan kontak diterima pada pukul 13.17 WITA setelah pesawat tidak merespons komunikasi, dengan titik terakhir terpantau di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, tepatnya di kawasan karst Leang-Leang, pada koordinat 04°57'08” Lintang Selatan dan 119°42'54” Bujur Timur.

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan bahwa pesawat ATR 42-500 tersebut telah menjalani pemeriksaan pra-terbang dan dipastikan dalam kondisi layak terbang sesuai dengan SOP yang berlaku. "Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray di Security Check Point (SCP) sudah kami lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara," ujar Wibowo. Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan keamanan hingga proses boarding, telah dijalankan sesuai ketentuan.

Pesawat ATR 42-500, yang merupakan bagian dari keluarga pesawat turboprop ATR, banyak dioperasikan di Indonesia untuk rute-rute regional dan penerbangan khusus. Indonesia Air Transport sendiri dikenal sebagai operator charter yang fokus pada layanan penerbangan profesional untuk industri, termasuk minyak dan gas, serta misi khusus seperti patroli. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengonfirmasi bahwa pesawat yang hilang kontak ini adalah pesawat patroli yang disewa oleh mereka untuk misi pengawasan di wilayah WPPNRI 712.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Basarnas segera berkoordinasi untuk melancarkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) melibatkan sekitar 400 personel gabungan. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa tim SAR menghadapi tantangan berat mengingat lokasi pencarian yang didominasi oleh pegunungan karst dengan medan terjal dan vegetasi rapat di sekitar Bantimurung, Maros. Manajemen IAT telah membuka pusat krisis di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mendampingi keluarga kru dan penumpang.

Insiden ini menyoroti kembali pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan penerbangan di Indonesia. Kementerian Perhubungan secara konsisten merevisi regulasi untuk menyesuaikan dengan standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), seperti yang tertuang dalam Permenhub Nomor 9 Tahun 2024 tentang Keamanan Penerbangan Nasional dan Permenhub Nomor 33 Tahun 2022 tentang Sertifikasi Pengoperasian Pesawat Udara. Audit ICAO pada tahun 2024 menunjukkan tingkat implementasi efektif (Effective Implementation/EI) keamanan penerbangan Indonesia mencapai 88,53%, di atas rata-rata global 70%, menandakan komitmen tinggi terhadap keselamatan. Namun, tantangan terkait kelaikan udara, investigasi, dan personel yang mumpuni masih menjadi fokus peningkatan berkelanjutan. Kecelakaan pesawat, meskipun telah berkurang signifikan berkat standar keselamatan yang ketat, tetap menjadi pengingat akan risiko inheren dalam industri penerbangan dan pentingnya pengawasan berlapis dari produsen pesawat, pengelola bandara, maskapai, hingga regulator. Hasil investigasi KNKT atas insiden ini akan menjadi krusial untuk mengidentifikasi penyebab dan merumuskan rekomendasi keselamatan di masa depan.