Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Akhir Misteri Amunisi Makassar-Semarang: Dalang Utama Ditangkap, Sosoknya Terungkap

2026-01-08 | 22:56 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-08T15:56:01Z
Ruang Iklan

Akhir Misteri Amunisi Makassar-Semarang: Dalang Utama Ditangkap, Sosoknya Terungkap

Penegakan hukum Indonesia berhasil membongkar upaya pengiriman 65 butir proyektil amunisi kaliber 7,62 milimeter dari Makassar, Sulawesi Selatan, menuju Semarang, Jawa Tengah, setelah paket mencurigakan itu terdeteksi di gudang kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Selasa, 6 Januari 2026. Aparat Kepolisian Resor Maros kemudian mengidentifikasi dan menangkap MIA (26), seorang warga sipil dari Kecamatan Manggala, Kota Makassar, pada Rabu pagi, 7 Januari 2026, yang mengaku akan menjual amunisi tersebut.

Paket tersebut, yang dijadwalkan terbang dengan maskapai Citilink dan menggunakan jasa kurir J&T Express, awalnya mencantumkan nama pengirim fiktif "Dark Archive" dengan alamat yang tidak valid, Jalan Kegelapan Nomor 666, Makassar. Kecurigaan bermula saat petugas Regulated Agent PT Integrasi Aviasi Solusi Kantor Cabang Makassar melakukan pemeriksaan X-ray, yang menunjukkan bentuk mencurigakan menyerupai amunisi. Setelah pemeriksaan manual dan koordinasi dengan Polsek Kawasan Bandara Sultan Hasanuddin, dipastikan isi paket adalah proyektil amunisi. Kapolsek Kawasan Bandara Sultan Hasanuddin, Iptu Asri Arif, mengonfirmasi bahwa proyektil tersebut ditemukan dalam kondisi tidak aktif, tanpa bubuk mesiu, dan diduga telah diledakkan sebelumnya lalu dirangkai kembali. Meski demikian, pengiriman barang ilegal semacam ini tetap merupakan pelanggaran serius.

Penangkapan MIA menjadi titik terang dalam kasus ini, di mana Kasat Reskrim Polres Maros, AKP Ridwan Farel, mengungkapkan bahwa pelaku diamankan setelah penyelidikan intensif, termasuk pemantauan rekaman CCTV di kantor ekspedisi J&T Express Manggala. Rekaman tersebut menunjukkan MIA datang langsung ke kantor ekspedisi pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 16.39 WITA, untuk mengirimkan paket. Pengakuan MIA bahwa amunisi itu untuk dijual membuka potensi adanya jaringan yang lebih luas dan motivasi ekonomi di balik pengiriman ilegal ini. Saat ini, seluruh barang bukti telah diserahkan ke Polres Maros untuk penyelidikan lebih lanjut guna menelusuri motif sebenarnya dan memastikan prosedur keamanan kargo diperketat.

Insiden ini menyoroti kerentanan Makassar sebagai salah satu titik transit potensial dalam peredaran senjata ilegal di Indonesia. Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, telah beberapa kali menjadi lokasi pengungkapan kasus peredaran dan kepemilikan senjata api ilegal. Pada Agustus 2023, Polda Sulsel membekuk empat warga terkait kepemilikan senjata api ilegal yang merupakan pengembangan dari kasus di Polda Metro Jaya. Bahkan, pada Februari 2020, Polda Sulsel berhasil membongkar pabrik rumahan senjata api rakitan di Kabupaten Wajo yang juga berencana mengirimkan puluhan senjata dan peluru tajam ke Jakarta. Pola penyelundupan senjata api ilegal di Indonesia seringkali memanfaatkan jalur transportasi udara, darat, dan laut, dengan wilayah perairan yang luas menjadi celah bagi praktik ilegal ini.

Meskipun amunisi yang ditemukan dalam kasus ini dinyatakan tidak aktif, upaya pengirimannya tetap menimbulkan kekhawatiran serius. Perdagangan senjata api ilegal di Indonesia, termasuk amunisi, merupakan ancaman terhadap stabilitas keamanan nasional, seringkali digunakan oleh kelompok separatis, kelompok kejahatan terorganisir, dan kelompok kriminal lainnya di berbagai daerah rawan konflik seperti Papua atau Poso. Motivasi di balik perdagangan ilegal ini bervariasi, mulai dari faktor ekonomi hingga potensi penguasaan sumber daya alam, dan terkadang melibatkan oknum aparat. Penyelidikan mendalam terhadap kasus MIA ini menjadi krusial untuk mengungkap jaringan di belakangnya, mencegah pengiriman serupa di masa depan, dan memperkuat sistem pengawasan kargo di bandara sebagai bagian dari upaya komprehensif melawan kejahatan transnasional.