:strip_icc()/kly-media-production/medias/4273205/original/024370000_1672060763-IMG20221202102721.jpg)
Meskipun waktu sekarang adalah 24 Desember 2025, yang sudah berada di periode Nataru, banyak berita masih menggunakan "Nataru 2025" atau "Nataru 2025-2026" untuk merujuk pada liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Saya akan menggunakan informasi ini.
Based on the search results, I have found:
* Predicted Traffic Jam Points (12 points specifically mentioned for Nataru 2025-2026 by Dishub Jatim): Simpang 3 Mengkreng, Ruas Jalan Wisata Cimory Prigen Pasuruan, Taman Dayu Pandaan Pasuruan, Exit Tol arah Taman Dayu Pasuruan, Ruas Jalan Karanglo Malang, Pintu Tol Pakis Malang, Simpang 3 Bendo Mojokerto, Alun-Alun Batu, Ruas Jalan Wisata Jatim Park 3 Kota Batu, Ruas Jalan Wisata Jatim Park 1 dan 2, Ruas Jalan Wisata Museum Angkut Kota Batu.
* Additional potential congestion points (from Dishub Jatim, not limited to 12 but provides context):
* Arteri: Exit Tol Warugunung (Surabaya), Jalan Ir Soekarno MERR (Surabaya), Jalan Rolak Gunungsari (Surabaya), By Pass Krian (Sidoarjo), Jalan Raya Sepanjang (Sidoarjo), Simpang 3 Medaeng (Sidoarjo), Exit Manyar-Gresik-Tuban (jalur Pantura), Ruas Duduk Sampeyan (Gresik), Jalan Pegaden (Tugu Manyar sampai dengan Sp3 Tol Manyar) (Gresik), Simpang 4 Kenanten (Kab. Mojokerto), Jalan Raya Mojoagung (Kab. Mojokerto), Exit Tol Bandar (Jombang), Perlintasan Sebidang Bandar (Jombang), Jalan Raya Madiun-Surabaya (Kab. Madiun), Jalan Ir Soekarno (Batu), Jalan Pattimura (Batu), Simpang Pendem (Batu), Jalan Raya Tlogomas (Malang), Jalan Panji Suroso (Malang), Jalan Kolonel Sugiono (Malang), Pasar Lawang (Kab. Malang), Simpang 3 Karang Ploso (Kab. Malang), Jalan Raya Karanglo (Kab. Malang), Jalan Raya Bululawang (Kab. Malang), Ruas Probolinggo-Lumajang (Lumajang), Pasar Ketapang (Banyuwangi), Batas Kota Sampang-Batas Pamekasan (Sampang).
* Tol: Exit Tol Bandar, Exit Tol Pandaan, Gate Tol Singosari, KM 12/Jembatan Gunung Sari Tol Surabaya-Gempol, Gate Tol Sidoarjo II, Gate Tol Japanan Utama, KM 763 Tol Porong-Sidoarjo.
* Official statements/predictions:
* Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memprediksi pergerakan masyarakat selama Nataru 2025-2026 di Jawa Timur akan meningkat 2,71% secara nasional. Arus masuk ke Jatim diprediksi sekitar 16 juta orang, lebih besar dari yang keluar (sekitar 14 juta orang).
* Penggunaan angkutan umum diprediksi naik 17%, mencapai 3,6 juta penumpang.
* Puncak keberangkatan diprediksi 24 Desember 2025, puncak arus balik 2 Januari 2026.
* Polda Jatim menyiapkan 14 ribu personel gabungan untuk pengamanan Nataru 2025/2026.
* Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyebut kepadatan di pusat perbelanjaan dan jalan tol (masuk/keluar Surabaya) menjadi perhatian. Jatim juga jalur tujuan wisata dan jalur menuju Bali.
* Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyebut volume kendaraan di Jatim akan naik 17%.
* Dishub Jatim menyiagakan hampir 6.000 personel gabungan.
* Korlantas Polri juga memetakan puncak kemacetan pada 20 dan 24 Desember 2025 (mudik) dan 28 Desember 2025 (balik) untuk Nataru 2026.
* Strategies/Mitigation:
* Dishub Jatim menyiapkan ribuan armada lintas moda (6.300 bus, ~100 KA, 241 penyeberangan, 55 kapal laut, >200 pesawat).
* Pembukaan fungsional ruas Tol Probolinggo-Situbondo (Gending-Kraksaan dan Kraksaan-Paiton) untuk mengurangi kepadatan Pantura.
* Rekayasa lalu lintas (contraflow, one-way) di jalan tol jika arus mencapai 5.500 kendaraan/jam atau 6.400 kendaraan/jam.
* Rekayasa lalin juga di Malang dan Batu.
* Pembatasan operasional angkutan barang di tol dan arteri (19-20 Des 2025 pukul 00.00-24.00 WIB untuk tol, 05.00-22.00 WIB untuk arteri).
* Pos pelayanan disiagakan di terminal, bandara, pelabuhan penyeberangan.
* Ramp check intensif pada angkutan, terutama bus pariwisata.
* Kebun Binatang Surabaya menyiapkan skema parkir berlapis dan darurat di permukiman sekitar untuk mengatasi lonjakan pengunjung.
* Historical context/Implications:
* Jatim menjadi salah satu tujuan utama perjalanan dan jalur utama menuju Bali.
* Peningkatan volume kendaraan di Gerbang Tol Trans Jawa jelang Nataru 2024/2025 juga signifikan (misal GT Warugunung menuju Surabaya naik 27,64%, GT Kejapanan Utama menuju Malang naik 26,1%).
* Dampak kemacetan bisa berpengaruh pada ekonomi lokal dan pariwisata.
* Peningkatan mobilitas masyarakat ini diprediksi mulai terjadi setelah tanggal 25 dan 26 Desember 2025, saat warga mulai bergerak meninggalkan Surabaya menuju berbagai destinasi wisata.
* Kepadatan lalu lintas di pusat-pusat wisata seperti Kota Batu dan Malang Raya adalah fenomena berulang.
I have enough information to construct the article. I will ensure to use the specific 12 points identified by Dishub Jatim, integrate quotes and statistics, provide context and implications, and adhere to the strict formatting rules.
Let's focus on the 12 specific points mentioned by Dishub Jatim (Source 13 and 16 seem to be the most recent and precise for the "12 titik").
"12 titik potensi kemacetan yakni, Simpang 3 Mengkreng, Ruas Jalan Wisata Cimory Prigen Pasuruan, Taman Dayu Pandaan Pasuruan, dan Exit Tol arah Taman Dayu Pasuruan. Selanjutnya, Ruas Jalan Karanglo, Malang, Pintu Tol Pakis, Malang, Simpang 3 Bendo, Mojokerto, dan Alun-Alun Batu, Ruas Jalan Wisata Jatim Park 3 Kota Batu. Selain itu juga di Ruas Jalan Wisata Jatim Park 1 dan 2, Ruas Jalan Wisata Museum Angkut Kota Batu"
These are 12 points. I will present these clearly.