:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458646/original/082687300_1767086286-WhatsApp_Image_2025-12-30_at_12.38.08.jpeg)
Tim pengabdian masyarakat Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK UI) secara aktif bergerak memulihkan kondisi psikososial anak-anak di Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November hingga awal Desember 2025. Inisiatif ini berfokus pada kelompok rentan, termasuk anak-anak, yang kerap mengalami dampak trauma mendalam setelah menyaksikan kerusakan lingkungan dan kehilangan.
Bencana hidrometeorologi yang menerjang Tapanuli Tengah menyebabkan kerusakan signifikan, termasuk di lebih dari 20 kecamatan dan 159 desa/kelurahan, yang berdampak pula pada fasilitas pendidikan. Menyikapi kondisi ini, Prof. Dr. Mustikasari, S.Kep., MARS, yang memimpin tim pengabdian kepada masyarakat dari FIK UI, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan layanan kesehatan fisik dasar, tetapi juga pendampingan psikososial krusial bagi warga terdampak. Tim bekerja sama dengan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU), memusatkan kegiatan pada empat desa yang paling terdampak di Kecamatan Sorkam, termasuk Sorkam Tengah dan Sorkam Kiri.
Pendekatan UI dalam pemulihan psikososial anak-anak dan masyarakat secara keseluruhan meliputi psikoedukasi terkait dukungan psikososial dan manajemen stres. Selain itu, bantuan berupa paket sembako dan alat kesehatan kebersihan diri juga disalurkan untuk mendukung kebersihan dan lingkungan pascabencana, yang secara tidak langsung berkontribusi pada stabilitas psikologis. Hingga saat ini, sekitar 470 kepala keluarga telah memanfaatkan layanan komprehensif yang disediakan oleh tim UI ini, dengan masyarakat melaporkan merasa sangat terbantu oleh kehadiran layanan kesehatan dan pendampingan psikososial.
Dalam skala yang lebih luas, Fakultas Psikologi UI juga telah membekali 62 relawan psikososial, terdiri dari mahasiswa, dosen, dan alumni, dengan keterampilan Psychological First Aid (PFA) untuk membantu korban banjir di Sumatera, termasuk Sumatera Utara. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof. Hamdi Muluk, M.Si., Psikolog, menegaskan komitmen UI dalam mendukung kegiatan kerelawanan kebencanaan melalui inovasi medis, teknologi, dan sosial. Koordinator Relawan Psikososial Fakultas Psikologi UI, Endang Mariani, menjelaskan bahwa pembekalan PFA penting untuk mencegah meluasnya kasus gangguan jiwa di kalangan penyintas, mengingat kondisi psikologis korban seringkali terabaikan setelah bencana.
Upaya pemulihan ini tidak berhenti pada intervensi awal. Tim berkoordinasi secara berkelanjutan dengan perangkat desa dan pemerintah daerah untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Sinergi antara relawan, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, serta pemerintah setempat diharapkan dapat membantu masyarakat Sorkam bangkit dan pulih secara menyeluruh, baik fisik, mental, maupun sosial. Di Tapanuli Tengah sendiri, pemerintah daerah juga secara aktif memberikan dukungan psikososial, dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Tapanuli Tengah menghadirkan psikolog dari Medan untuk layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan korban bencana. Peran kolaboratif berbagai pihak, termasuk institusi pendidikan tinggi seperti UI, menjadi pilar penting dalam memastikan kesejahteraan jangka panjang bagi generasi muda yang terdampak bencana.