Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Susu Kedelai MBG Gemparkan Jatim: Ratusan Siswa-Guru Diduga Keracunan Massal

2025-12-04 | 17:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-04T10:05:46Z
Ruang Iklan

Susu Kedelai MBG Gemparkan Jatim: Ratusan Siswa-Guru Diduga Keracunan Massal

Puluhan siswa dan guru di Bondowoso, Jawa Timur, dilarikan ke Puskesmas Sumberwringin setelah diduga mengalami keracunan massal akibat mengonsumsi susu kedelai yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 3 Desember 2025. Insiden ini menyebabkan Puskesmas Sumberwringin dipenuhi pasien yang mengeluhkan mual, pusing, dan muntah. Beberapa korban bahkan mengalami dehidrasi dan harus mendapatkan infus.

Total korban yang diduga keracunan bervariasi dalam laporan, dengan angka mulai dari 48 orang hingga 77 orang siswa. Liputan6.com melaporkan 79 siswa dan dua guru teridentifikasi sebagai korban. Para korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk siswa TK hingga SMK, serta beberapa guru. Salah seorang guru MTs Miftahul Ulum, Dina Ayu Antika, juga menjadi korban setelah mencoba susu kedelai yang tidak ingin diminum siswanya.

Dugaan kuat penyebab keracunan mengarah pada susu kedelai yang disajikan sebagai bagian dari menu MBG. Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menjelaskan bahwa penggunaan susu kedelai sebenarnya telah melalui pertimbangan ahli gizi dan komunikasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso. Namun, ia mengakui adanya kesulitan memperoleh susu pabrikan sehingga beralih ke produk susu kedelai merek Dsoy dari UMKM lokal untuk penyajian kali ini. Mila juga menegaskan bahwa tidak ada konfirmasi resmi mengenai pergantian produk ke versi buatan UMKM lokal, dan bau hangus pada susu kedelai baru terdeteksi setelah produk terlanjur didistribusikan.

Polisi dan Dinas Kesehatan setempat telah mendatangi SPPG penyedia menu MBG untuk melakukan penyelidikan. Sampel susu kedelai telah diamankan untuk uji laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan. Hingga Kamis, 4 Desember 2025, sebagian besar pasien dilaporkan sudah dipulangkan dalam kondisi sehat.