Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Sukabumi: Jutaan Rupiah dari Limbah Ampas Kopi dan Jelaga

2025-12-03 | 10:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T03:38:16Z
Ruang Iklan

Sukabumi: Jutaan Rupiah dari Limbah Ampas Kopi dan Jelaga

Di tengah kentalnya aroma perpaduan ampas kopi dan jelaga asap lampu minyak, Nay Sunarya, seorang seniman berusia 43 tahun asal Kampung Selajambu, Desa Sasagaran, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, telah berhasil menciptakan karya seni bernilai tinggi. Ia mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp 3 juta dari lukisan yang dibuat menggunakan bahan tak lazim tersebut.

Di ruang kerjanya yang sederhana, Nay menorehkan guratan-guratan seni rupa dengan memanfaatkan jelaga dan bubuk kopi. Proses melukisnya memerlukan ketenangan dan presisi tinggi, terutama saat menggunakan asap. Dengan keahliannya, Nay mengarahkan api kecil hingga asap membentuk guratan wajah manusia di atas kertas. Karakter asap ini dikenal sangat sulit karena dapat hilang hanya dengan sedikit goresan tangan atau hembusan angin. Untuk lukisan kopi, ia memerlukan waktu hingga satu minggu, sementara lukisan asap dapat diselesaikan dalam tiga hari, setelah sketsa awal dibuat.

Kecintaan Nay pada seni telah tumbuh sejak ia di bangku sekolah dasar. Setelah lulus SMP, ia fokus di dunia lukis dan mulai mendalami teknik asap pada masa pandemi COVID-19 tahun 2020, setelah sebelumnya lebih dulu menekuni lukisan kopi. Pemilihan medium ini didasari oleh kecintaannya pada kopi, yang ia tuangkan bukan hanya dalam minuman, melainkan juga di atas kanvas.

Nay telah menghasilkan banyak lukisan tokoh nasional, mulai dari pejabat hingga akademisi. Karya-karyanya dihargai bervariasi antara Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan. Prestasi unik Nay telah dua kali dipamerkan di Brasil, yakni pada akhir 2024 dan Oktober 2025, melalui kolaborasi komunitas internasional dari 30 negara. Meskipun capaiannya sudah mendunia, ia melakukannya dengan modal sendiri, tanpa dukungan materi dari pemerintah, namun tetap berpegang pada prinsip "yang penting karya terus jalan". Nay juga memiliki harapan besar untuk memajukan seni di desanya dengan membangun galeri dan mengadakan pameran rutin.