Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Luluh Lantak: Pemukiman Palembayan Agam Dihantam Banjir Bandang Sumbar

2025-12-03 | 10:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T03:45:42Z
Ruang Iklan

Luluh Lantak: Pemukiman Palembayan Agam Dihantam Banjir Bandang Sumbar

Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi saksi bisu kehancuran masif setelah diterjang banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah tersebut pada Kamis, 27 November 2025. Bencana ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meluluhlantakkan permukiman warga, menyisakan trauma mendalam dan kerugian material yang tak terkira. Air bah yang datang tiba-tiba, disebut-sebut mencapai ketinggian lima meter dan membawa material lumpur, batu, serta kayu-kayu besar, menghantam dan meratakan ratusan rumah penduduk.

Hingga Selasa, 2 Desember 2025, laporan menunjukkan setidaknya 115 orang meninggal dunia di Palembayan akibat bencana ini, sementara 76 orang lainnya masih dalam pencarian. Secara keseluruhan di Sumatera Barat, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 193 orang, dengan 116 lainnya masih dinyatakan hilang. Dampak terparah terlihat di Nagari Salareh Aia, khususnya di Jorong Pasa Koto Alam, Kampuang Tangah Barat, Kampuang Tangah Timur, Koto Alam, Subarang Aia Timur, Jorong Kayu Pasak, Kampung Jambak, Kampung Pili, dan Kampung Sawah Laweh, di mana banyak rumah hancur, tersapu arus, atau bahkan rata dengan tanah. Sejumlah bangunan yang masih berdiri pun dalam kondisi parah, dengan dinding bolong dan posisi rumah miring, nyaris roboh. Warga menyebutkan bencana kali ini sebagai salah satu galodo terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Lebih dari 1.511 orang di Palembayan terpaksa mengungsi, menambah jumlah pengungsi di Kabupaten Agam yang mencapai ribuan jiwa. Kesedihan mendalam dan trauma pascabanjir bandang dilaporkan Wali Nagari Selaras Air Timur, Ahmad Fauzi, dialami oleh banyak warga yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga orang-orang tercinta. Menanggapi hal ini, Polda Riau bahkan menghadirkan layanan trauma healing bagi para korban.

Proses pencarian dan evakuasi korban menghadapi kendala berat. Lumpur setinggi lebih dari satu meter, luasnya areal bencana yang terpecah-pecah, serta material banjir bandang seperti pepohonan tumbang dan bebatuan, menyulitkan tim SAR gabungan yang terdiri dari personel Kodim 0304/Agam, BPBD, Basarnas, TNI, Polri (termasuk BKO dari Polda Riau dan Brimob Riau), serta relawan. Akses jalan menuju beberapa jorong juga masih terputus dan sulit dilalui akibat longsor. Akibat kondisi tersebut, listrik di wilayah terdampak masih padam dan jaringan telekomunikasi terputus.

Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus melakukan pendataan korban, evakuasi, dan penyaluran bantuan darurat. Sejumlah dapur umum telah didirikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan pembersihan material banjir. Lima nagari di Kecamatan Palembayan bahkan masih terisolasi usai dilanda bencana, dengan puluhan titik longsor yang perlu dibersihkan untuk membuka akses jalan. Situasi di Palembayan masih mencekam, dan upaya pencarian terus dilakukan di permukiman yang tertimbun maupun di aliran sungai. Di tengah upaya penyelamatan yang gigih, sebagian warga menyuarakan harapan akan kehadiran dan jaminan lebih lanjut dari pemerintah daerah dalam menghadapi masa pemulihan yang panjang dan berat ini.