:strip_icc()/kly-media-production/medias/5458123/original/027656200_1767070969-1001572529.jpg)
Sebuah mobil pribadi yang membawa satu keluarga wisatawan asal Temanggung, Jawa Tengah, terjun ke area persawahan di tepi Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Padukuhan Jetis, Kalurahan Jetis, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (28/12/2025), diduga karena pengemudi mengalami microsleep atau tertidur singkat saat mengemudi. Insiden ini melibatkan pengemudi Solikhun (42), istrinya Fora Apriliana (38), dan anak mereka NH (3), yang beruntung selamat dengan luka lecet ringan meskipun kendaraan Honda Freed bernomor polisi R-1129-PB mengalami kerusakan pada bagian bodi depan.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ketika mobil melaju dari arah barat menuju timur. Setibanya di ruas jalan yang berkelok, pengemudi kehilangan konsentrasi dan mobil oleng, kemudian melaju ke bahu jalan sebelum akhirnya terjun ke sawah yang berair di sisi jalan. Kejadian ini menjadi pengingat serius akan bahaya kelelahan pengemudi, khususnya bagi wisatawan yang menempuh perjalanan jauh ke wilayah dengan medan jalan yang menantang seperti Gunungkidul.
Kecelakaan tunggal yang diakibatkan oleh human error, termasuk kelelahan dan microsleep, merupakan kontributor signifikan terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Gunungkidul. Data Polres Gunungkidul menunjukkan peningkatan jumlah kecelakaan sepanjang tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat, sepanjang tahun 2025 terjadi 937 insiden kecelakaan lalu lintas, meningkat dari 915 kasus pada tahun 2024. Akibat dari kecelakaan tersebut, 86 orang meninggal dunia pada tahun 2025, angka yang lebih tinggi dari 62 korban jiwa di tahun 2024. Selain itu, 1.345 orang mengalami luka ringan selama tahun 2025.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Gunungkidul, AKP Arfita Dewi, secara konsisten menekankan bahwa kesalahan manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Pengemudi sering kali mengabaikan kondisi jalan, batas kecepatan, dan rambu lalu lintas, yang diperparah dengan kondisi geografis Gunungkidul yang berbukit, menanjak, dan berkelok. Pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Polres Gunungkidul telah menyatakan fokusnya untuk menekan angka kecelakaan dengan menyiagakan personel di jalur rawan kecelakaan dan kemacetan, terutama di ruas Jalan Yogyakarta-Wonosari. Insiden seperti yang dialami keluarga di Saptosari ini menunjukkan bahwa meskipun upaya pencegahan terus digalakkan, kesadaran individu pengemudi tetap menjadi kunci utama keselamatan.
Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kabupaten Gunungkidul bersama instansi terkait, termasuk Jasa Raharja, Satlantas Polres Gunungkidul, dan Dinas Perhubungan, secara berkala mengadakan sosialisasi "Sinergi untuk Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas yang Berkelanjutan" untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan dan menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas. Bahkan Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut aktif mensosialisasikan budaya tertib berlalu lintas di sekolah-sekolah, mengingat banyak kecelakaan melibatkan pelajar. Pihak berwenang mengimbau pengendara untuk selalu beristirahat apabila merasa lelah atau mengantuk, terutama saat menempuh perjalanan jauh, demi menghindari risiko kecelakaan yang dapat berakibat fatal. Peningkatan mobilitas kendaraan, khususnya akibat geliat sektor pariwisata, turut menjadi faktor yang meningkatkan potensi kecelakaan di wilayah ini. Kejadian ini kembali menegaskan urgensi bagi seluruh pengguna jalan untuk memprioritaskan kondisi prima saat berkendara dan tidak memaksakan diri di tengah potensi bahaya di jalur wisata yang ramai.