Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Retakan Tanah Mengintai Bandung, Wali Kota Desak Warga Segera Evakuasi

2025-12-03 | 16:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T09:58:41Z
Ruang Iklan

Retakan Tanah Mengintai Bandung, Wali Kota Desak Warga Segera Evakuasi

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga untuk segera mengungsi apabila menemukan retakan tanah atau tanda-tanda kerusakan struktural pada bangunan tempat tinggal mereka. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap cuaca ekstrem yang masih melanda Kota Bandung, yang berpotensi memicu pergerakan tanah dan longsor. Farhan menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama.

Peringatan ini menyusul evakuasi darurat dua keluarga di RW 5 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, pada Selasa, 2 Desember 2025. Rumah mereka terpaksa dikosongkan setelah mengalami retakan signifikan dan terancam longsor akibat pergerakan tanah. Total enam jiwa, termasuk satu keluarga lansia dan satu ibu tunggal dengan tiga anak, telah dipindahkan ke hunian yang lebih aman. Wali Kota Farhan menjelaskan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda pergerakan dan bangunan rumah berada di tepi lereng yang labil. "Kami berprinsip, dalam menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana, tidak boleh ada jatuh korban," ujar Farhan. Ia bahkan menyatakan, "Kalau harus dipilih, lebih baik bangunan rusak tapi nyawanya selamat."

Pemerintah Kota Bandung juga telah memetakan zona merah rawan longsor, khususnya di wilayah Bandung Utara dan Bandung Timur. Area-area yang memerlukan kewaspadaan tinggi meliputi Isola, Ledeng, Tamansari, Cipaganti, Ciumbuleuit, Ujungberung, Cibiru, dan Mandalajati. Kawasan-kawasan ini dinilai rentan akibat kepadatan bangunan di lereng curam serta potensi longsoran dari kawasan hutan Gunung Manglayang.

Warga diimbau untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kerusakan pada bangunan, seperti retakan pada dinding, lantai, atau fondasi, pergeseran tanah, atau suara gemeretak dari tanah atau bangunan. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, warga diminta segera melaporkan ke nomor darurat Bandung Siaga 112 atau petugas setempat. Selain itu, disarankan untuk menyiapkan tas siaga bencana, segera mengungsi ke tempat aman sesuai titik evakuasi yang ditentukan, menghindari area berbahaya seperti jembatan tua atau terowongan, dan tidak kembali ke rumah sebelum situasi dinyatakan benar-benar aman oleh petugas.

Pemkot Bandung kini mengintensifkan patroli kewilayahan dan pemetaan ulang titik-titik berisiko, termasuk meninjau ulang tata ruang di kawasan padat permukiman lereng. Ketua RW 5 Kelurahan Ciumbuleuit, Tata Rusandi, menambahkan bahwa warga sekitar sigap membantu proses evakuasi dan telah menyiapkan tempat penampungan sementara. Pemerintah Kota Bandung juga berencana melakukan asesmen teknis, stabilisasi kawasan, dan mitigasi jangka panjang setelah kondisi cuaca membaik dan struktur tanah kembali stabil. Farhan menekankan pentingnya tindakan pencegahan.