:strip_icc()/kly-media-production/medias/5431238/original/060879900_1764733573-Menu_MBG_di_banyuwangi.jpg)
Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan di sejumlah sekolah, termasuk Taman Kanak-kanak, di Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi pada Selasa, 2 Desember 2025, memicu kemarahan di kalangan wali murid dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi. Pasalnya, hidangan yang dibagikan dinilai sangat tidak layak karena hanya berisi beberapa potong ikan teri, selembar daun selada, sepotong tahu, irisan timun atau semangka, dan nasi. Keluhan ini dengan cepat menjadi viral di media sosial, di mana banyak wali murid menyatakan kekecewaan mereka terhadap kualitas menu yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyalur.
Anggota DPRD Banyuwangi, Zamroni, mengungkapkan kekesalannya atas insiden tersebut. Menurut Zamroni, program nasional yang seharusnya baik ini tercoreng oleh ketidakprofesionalan pelaksana. Ia mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk bertindak tegas, mengevaluasi SPPG yang bersangkutan, dan mempertanyakan profesionalitas ahli gizi yang terlibat dalam penyusunan menu. Zamroni juga menegaskan pentingnya kejelasan pihak pengelola dan pengawasan mutu yang serius, serta menuntut pertanggungjawaban dan klarifikasi dari pemilik SPPG. Sebelumnya, Komisi IV DPRD Banyuwangi juga pernah menyuarakan kekecewaan ketika pemilik dapur MBG menolak memenuhi panggilan dewan terkait dugaan keracunan massal siswa pada Oktober 2025.
Menanggapi polemik yang terjadi, Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Banyuwangi, Masrulin Dwi Manfi, menyampaikan permohonan maaf. Masrulin mengakui bahwa menu yang disajikan tidak memenuhi standar gizi yang seharusnya. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memberikan teguran kepada KSPPG terkait untuk memastikan menu serupa tidak terulang kembali. Kepala SPPG Patoman Barat, Farrel Inaldi Pahlevi, membenarkan bahwa menu ikan teri yang viral tersebut merupakan hasil distribusi dari dapurnya pada Selasa, 2 Desember 2025. Ia menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan menjelaskan bahwa menu yang didistribusikan seharusnya berupa ikan teri balado, sayur selada, tahu goreng, nasi liwet, dan buah semangka atau melon. Farrel juga menyebutkan bahwa menu tersebut telah disusun sesuai porsi yang dianjurkan dan dihitung kandungan gizinya, yakni untuk porsi kecil tercatat energi 506,2 kkal, protein 19,1 gram, lemak 25 gram, karbohidrat 44,7 gram, dan serat 2 gram. Ia menambahkan, menu MBG pada hari sebelumnya, Senin, 1 Desember 2025, adalah nasi ayam geprek.