Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Restoran di Katulampa Bogor Ludes Dilalap Api, Dua Korban Luka

2025-12-26 | 23:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-26T16:09:27Z
Ruang Iklan

Restoran di Katulampa Bogor Ludes Dilalap Api, Dua Korban Luka

Sebuah restoran Chinese Food di Jalan Regional Ring Road, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, dilalap api pada Jumat malam, 26 Desember 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, melukai dua karyawannya. Kebakaran yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas elpiji ini dengan cepat memicu percikan api yang merambat ke dinding bilik restoran.

Menurut Danru Regu 3 Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor, Abdurrahman, api mulai membesar setelah kebocoran gas tersebut memicu percikan yang menyebar dengan cepat. Dua karyawan yang berada di lokasi saat kejadian dilaporkan mengalami luka-luka; satu mengalami luka di bagian kaki, sementara karyawan lainnya menderita luka bakar pada tangan dan kaki. Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan api yang membakar sebagian bangunan restoran. Peristiwa ini menambah daftar insiden kebakaran di sektor komersial yang kerap terjadi di wilayah Bogor.

Insiden ini menyoroti kembali kerentanan rumah makan terhadap bahaya kebakaran, khususnya yang diakibatkan oleh instalasi gas. Kebocoran tabung gas, seperti yang diduga menjadi pemicu kebakaran di Katulampa, merupakan salah satu penyebab dominan insiden kebakaran di dapur komersial dan rumah tangga di Indonesia. Data statistik menunjukkan bahwa kebakaran seringkali dipicu oleh kelalaian dalam penggunaan peralatan masak atau masalah pada instalasi gas. Sepanjang tahun 2020 hingga 2023, Kota dan Kabupaten Bogor mencatat sejumlah insiden kebakaran, meskipun data spesifik untuk restoran belum terpilah secara rinci.

Regulasi mengenai sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dan lingkungan, termasuk rumah makan, telah diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008. Peraturan ini menggariskan pentingnya sistem proteksi aktif seperti sprinkler dan alarm kebakaran, serta proteksi pasif melalui penggunaan material bangunan tahan api. Namun, penerapan dan pengawasan rutin atas standar keselamatan ini seringkali menjadi tantangan, terutama bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah. Kurangnya audit keselamatan kebakaran secara berkala dan pemeliharaan alat pemadam api ringan (APAR) yang memadai dapat memperburuk risiko.

Kebakaran di Katulampa ini memberikan pelajaran penting bagi pengelola restoran lainnya untuk meningkatkan standar keselamatan dapur. Audit rutin terhadap instalasi gas, pelatihan darurat bagi karyawan, dan ketersediaan peralatan pemadam api yang berfungsi optimal bukan lagi sekadar rekomendasi, melainkan keharusan untuk melindungi aset dan nyawa. Pihak berwenang di Kota Bogor diharapkan dapat memperketat pengawasan dan sosialisasi mengenai pentingnya kepatuhan terhadap standar keselamatan kebakaran, mengingat dampak serius yang dapat ditimbulkan, baik dari kerugian materiil hingga cedera fisik. Penegakan hukum terhadap pelanggaran standar keselamatan juga krusial untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.