:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456028/original/029781900_1766771443-Kota_Tua.jpeg)
Kepolisian Republik Indonesia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka saat berwisata di Kawasan Kota Tua Jakarta selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), setelah insiden seorang anak berusia tiga tahun sempat terpisah dari keluarganya di tengah keramaian pada Jumat malam. Kapolsek Metro Tamansari, AKBP Riyanto, menegaskan perlunya kewaspadaan ekstra mengingat kepadatan pengunjung yang signifikan di lokasi wisata bersejarah tersebut. "Kami minta orang tua waspada dan awasi anak-anaknya di tempat ramai, seperti Kota Tua," ujar Riyanto pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB ketika orang tua anak melaporkan kehilangan anaknya di Pos Pengamanan Operasi Lilin Jaya 2025 Kota Tua. Petugas gabungan berhasil menemukan anak tersebut dalam kondisi selamat di sekitar pintu utara Stasiun Jakarta Kota.
Peristiwa ini menggarisbawahi tantangan keamanan di salah satu destinasi wisata paling populer di Jakarta, yang selama Nataru 2025-2026 dipadati puluhan ribu pengunjung. Tercatat, pada hari kejadian saja, jumlah pengunjung Kota Tua mencapai 15.318 orang, dengan mayoritas 15.009 di antaranya adalah wisatawan domestik. Sehari sebelumnya, pada Hari Raya Natal, kawasan ini telah didatangi sebanyak 15.689 orang. Angka ini diprediksi akan melonjak drastis hingga sekitar 41.000 pengunjung pada malam pergantian Tahun Baru 2026. Data historis dari tahun 2018 menunjukkan bahwa insiden anak terpisah dari orang tua mencapai 528 kasus di Kota Tua selama periode libur panjang. Lonjakan kunjungan ini, yang diperkirakan akan melibatkan 100 juta wisatawan domestik secara nasional selama Desember 2025, secara inheren meningkatkan potensi kerentanan terhadap insiden serupa.
Dalam menghadapi potensi kepadatan ini, Polda Metro Jaya telah meluncurkan Operasi Lilin Jaya 2025 yang berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, mengerahkan 146.701 personel gabungan secara nasional. Fokus pengamanan tidak hanya pada tempat ibadah, tetapi juga mencakup objek wisata, pusat perbelanjaan, serta terminal, pelabuhan, dan bandara. Polres Metro Jakarta Barat, di bawah pimpinan Kapolres Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, melakukan inspeksi keamanan intensif di kawasan Kota Tua, meninjau kesiapan Pos Pengamanan (Pospam) untuk memastikan personel dan sarana pendukung beroperasi maksimal. Kombes Twedi menekankan agar personel di lapangan mengedepankan pelayanan yang humanis dan responsif untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung. Selain itu, Polri juga telah memetakan 70 titik rawan kepadatan (trouble spot) dan 29 titik rawan kecelakaan (blackspot) di seluruh Jakarta. Ditpamobvit Polda Metro Jaya juga telah meluncurkan program "Lapor Aman Kota Tua" pada Oktober 2025 sebagai inisiatif untuk meningkatkan keamanan.
Kawasan Kota Tua, yang dikenal dengan arsitektur khas Eropa dan Tiongkok dari abad ke-17, terus menjadi magnet bagi keluarga yang ingin memperkenalkan sejarah Indonesia kepada anak-anak mereka. Namun, daya tarik ini juga menjadi tantangan. Keramaian yang tidak terkelola dengan baik dapat menciptakan celah bagi tindak kejahatan atau insiden anak hilang, seperti yang terjadi baru-baru ini. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata, menyatakan komitmen untuk menghadirkan liburan Nataru yang aman dan menyenangkan, dengan Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa menekankan koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan layanan dan mitigasi potensi bencana. Upaya ini mencerminkan pengakuan bahwa pengalaman wisata yang positif tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi, tetapi juga pada jaminan keselamatan pengunjung, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak. Implementasi pengawasan ketat, respons cepat terhadap insiden, dan edukasi publik yang berkelanjutan menjadi krusial untuk menjaga integritas kawasan Kota Tua sebagai destinasi wisata unggulan di masa depan.