:strip_icc()/kly-media-production/medias/5336282/original/080352000_1756868948-IMG_8827.jpeg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dijadwalkan akan segera mengambil keputusan terkait usulan perpanjangan rute Light Rail Transit (LRT) Jakarta menuju Dukuh Atas dan Jakarta International Stadium (JIS) pada pekan depan. Pramono menekankan urgensi keputusan ini, menyatakan bahwa proyek tersebut tidak boleh terlalu lama tertunda.
PT Jakarta Propertindo (Jakpro), sebagai pengelola LRT Jakarta, telah memiliki kajian komprehensif mengenai rute perpanjangan ini. Kajian tersebut mencakup rute ke Manggarai, JIS, Dukuh Atas, hingga Halim Perdanakusuma. Namun, untuk rencana perpanjangan ke Pantai Indah Kapuk (PIK) masih dalam tahap kajian awal yang lebih mendalam.
Usulan perpanjangan rute yang sedang dibahas meliputi Fase 1C yang akan menghubungkan Manggarai hingga Dukuh Atas, serta Fase 2A yang direncanakan mencapai Jakarta International Stadium (JIS). Direktur Proyek LRT Jakarta, Ramdani Akbar, mengonfirmasi bahwa diskusi intensif masih berlangsung antara Jakpro dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menentukan prioritas eksekusi kedua fase tersebut.
Saat ini, proyek LRT Jakarta Fase 1B, yang membentang dari Velodrome ke Manggarai, telah menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga minggu kedua November 2025, pengerjaan proyek secara keseluruhan telah mencapai 80,57 persen. Stasiun Rawamangun menjadi yang paling maju dengan progres sekitar 91,69 persen, diikuti pembangunan viaduk yang mencapai 95,40 persen. Pembangunan Stasiun Pramuka BPKP telah mencapai 65,29 persen, Stasiun Pasar Pramuka 45,24 persen, Stasiun Matraman 65,89 persen, serta Stasiun Manggarai 30,42 persen. Fase 1B ditargetkan dapat beroperasi pada Agustus 2026.
Perpanjangan jalur ini diharapkan dapat mempercepat integrasi transportasi antarmoda di ibu kota dan berkontribusi signifikan dalam mengurai kemacetan. Gubernur Pramono memperkirakan bahwa jika jalur diperpanjang hingga Manggarai, jumlah penumpang harian bisa mencapai 70 ribu. Apabila jalur dapat tersambung hingga Dukuh Atas, potensi jumlah penumpang harian diperkirakan mencapai 100 ribu.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Yoga, sempat mengungkapkan bahwa trase menuju JIS dinilai lebih dibutuhkan daripada jalur Manggarai–Dukuh Atas. Hal ini karena Dukuh Atas sudah padat dengan berbagai moda transportasi seperti KRL, Transjakarta, dan MRT, sementara jalur ke JIS memiliki nilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan utara Jakarta. Kajian efisiensi anggaran juga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan LRT Jakarta. Selain itu, perpanjangan Fase 2A ke JIS mungkin memerlukan penyesuaian master plan untuk menghindari tumpang tindih dengan proyek lain seperti MRT Fase 2.
Untuk perpanjangan rute Manggarai-Dukuh Atas, diperkirakan akan membutuhkan anggaran sekitar Rp 2 triliun. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya keras untuk merealisasikan perluasan jaringan transportasi ini demi mobilitas berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.