:strip_icc()/kly-media-production/medias/5440441/original/082546800_1765433688-Bhudi.jpg)
Kepolisian masih mendalami penyebab kecelakaan mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak puluhan siswa dan seorang guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis, 11 Desember 2025 pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB hingga 07.39 WIB tersebut menyebabkan sekitar 20 hingga 21 orang terluka, mayoritas siswa, serta satu orang guru.
Mobil jenis Daihatsu Gran Max berwarna putih dengan nomor polisi B-2093-UIU yang dioperasikan untuk distribusi makanan program MBG tersebut hilang kendali saat hendak memasuki area sekolah. Menurut keterangan saksi mata, mobil tersebut menabrak gerbang sekolah hingga roboh sebelum kemudian melaju kencang ke halaman sekolah, menabrak sejumlah siswa dan guru yang sedang mengikuti kegiatan literasi pagi. Beberapa siswa dilaporkan terjatuh dan mengalami luka serius, bahkan ada yang sempat tersangkut di kolong mobil.
Kapolsek Cilincing, Ajun Komisaris Polisi Bobi Subasri, menyampaikan bahwa sopir mobil berinisial AI telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine terhadap sopir AI menunjukkan negatif alkohol maupun narkoba. Sopir tersebut, yang diketahui merupakan sopir pengganti dari Yayasan Darul Esti, mengaku bahwa ia bermaksud menginjak pedal rem namun justru menginjak pedal gas, menyebabkan mobil melaju tak terkendali. Selain sopir, seorang kenek berinisial MRR juga turut diamankan untuk dimintai keterangan.
Kondisi para korban bervariasi. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa lima korban dirawat intensif di RSUD Koja. Salah satu korban, seorang guru, mengalami patah kaki dan dijadwalkan untuk menjalani operasi. Sementara itu, satu siswa mengalami luka cukup serius di bagian wajah, meskipun dipastikan tidak ada masalah pada bagian kepala atau otak. Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, menyebutkan bahwa dari total 21 korban, 16 di antaranya menjalani rawat jalan di RSUD Cilincing dan lima lainnya dirujuk ke RSUD Koja untuk pemeriksaan lebih lanjut. Seorang siswa kelas II bernama Alvaro dilaporkan mengalami luka di lutut dan sedikit pendarahan di kepala. Seluruh biaya pengobatan bagi para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mendata korban dan menyelidiki kronologi pasti kecelakaan. Meskipun situasi sempat memanas sesaat setelah kejadian karena warga yang panik, sopir mobil berhasil diamankan polisi. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, memastikan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis dan pemulihan psikis. Hingga saat ini, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tragis tersebut.