Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Polisi Bongkar Identitas Sosok di Balik Kematian Anak Politikus PKS Cilegon

2025-12-30 | 07:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T00:40:42Z
Ruang Iklan

Polisi Bongkar Identitas Sosok di Balik Kematian Anak Politikus PKS Cilegon

Kepolisian Republik Indonesia hingga saat ini belum mengumumkan identitas sosok di balik kematian Muhammad Axle (9), putra bungsu politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Maman Suherman, yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Perumahan BBS 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon, pada Selasa, 16 Desember 2025. Proses penyelidikan intensif terus dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilegon dengan bantuan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Banten, bahkan melibatkan Bareskrim Polri.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan bersifat konfidensial, terutama terkait dengan barang bukti ilmiah. Hingga Senin, 29 Desember 2025, sedikitnya 22 orang saksi telah diperiksa, meliputi anggota keluarga, tetangga, hingga kerabat orang tua korban. Namun, polisi belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka.

Kronologi kejadian mengungkap bahwa Maman Suherman, anggota Dewan Pakar PKS Kota Cilegon, menerima telepon darurat dari anak keduanya yang panik meminta pertolongan pada Selasa siang. Setibanya di rumah, Maman mendapati Axle tergeletak tengkurap dengan luka serius dan pendarahan hebat. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun dinyatakan meninggal dunia. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Axle mengalami 19 luka tusukan benda tajam dan tiga luka akibat benda tumpul, dengan total 22 luka di tubuhnya.

Sejak awal, polisi memastikan motif di balik pembunuhan ini bukan perampokan, sebab tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah. Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Yoga Tama sebelumnya sempat mengindikasikan adanya "titik terang" dan dugaan yang mengarah pada sosok terduga pelaku, namun detail lebih lanjut tidak diungkapkan.

Penyelidikan menghadapi beberapa kendala signifikan. Rekaman CCTV di dalam rumah korban diketahui tidak berfungsi sejak tahun 2023, menghambat identifikasi visual pelaku di lokasi kejadian. Selain itu, pada saat kejadian, rumah tersebut tidak dijaga oleh sekuriti, dan asisten rumah tangga (ART) serta petugas sekuriti sedang tidak masuk kerja. Hujan lebat yang mengguyur Cilegon pada malam kejadian juga diduga telah menghilangkan jejak fisik pelaku, mengurangi efektivitas pengerahan anjing pelacak.

Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menilai bahwa kasus ini termasuk kategori sulit, namun tetap dapat diungkap melalui bukti saintifik dari hasil olah TKP dan autopsi. Ia menduga banyaknya luka pada tubuh korban mengindikasikan motif dendam, dan pelaku kemungkinan besar mengetahui kondisi rumah serta penghuninya, bahkan mungkin mengincar orang tua korban, bukan Axle secara langsung. Susno juga menyisihkan kemungkinan motif politik mengingat posisi Maman Suherman sebagai dewan pakar tidak memiliki kewenangan strategis yang besar. Sebaliknya, ia menyarankan penyidik menelusuri kemungkinan motif yang berkaitan dengan aktivitas bisnis keluarga korban.

Partai Keadilan Sejahtera sendiri telah menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan komitmen untuk mengawal proses hukum secara adil dan transparan, menuntut agar pelaku segera ditemukan dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. Keluarga korban juga menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian. Upaya polisi yang diperkuat oleh Polda Banten dan Bareskrim Polri diharapkan dapat segera memecahkan misteri di balik kematian tragis Muhammad Axle dan memberikan kejelasan kepada publik serta keadilan bagi keluarga korban.