:strip_icc()/kly-media-production/medias/5451234/original/065866300_1766244045-pipa_di_guci_tegal.jpg)
Banjir bandang menerjang objek wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu, 20 Desember 2025, sore hari. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan lereng Gunung Slamet sejak siang, menyebabkan debit Sungai Gung meluap dan mengalir deras ke area wisata.
Salah satu dampak paling signifikan dari banjir bandang ini adalah hanyutnya sejumlah besar pipa air panas yang menjadi bagian vital fasilitas pemandian di Pancuran 13 dan Pancuran 5. Pipa-pipa ini, yang berfungsi menyalurkan air panas ke kolam pemandian serta vila dan hotel di sekitar Guci, tercerabut dan terseret oleh kuatnya arus banjir. Beberapa laporan menyebutkan puluhan hingga ribuan pipa air panas ikut terbawa arus sungai.
Objek wisata Pancuran 13, yang merupakan ikon di Guci, mengalami kerusakan parah bahkan dilaporkan "hilang" atau luluh lantak tergerus derasnya air bah. Struktur kolam rusak, saluran air panas tercerabut, dan area sekitarnya dipenuhi material lumpur, batu, serta pasir. Jembatan-jembatan kecil di area Pancuran 13 juga dilaporkan rusak atau hanyut terbawa arus. Kolam Pancuran 5 juga tak luput dari kerusakan, tertutup material banjir hingga tidak dapat digunakan. Selain itu, jalur pedestrian dan talud sungai juga mengalami kerusakan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh pengunjung di kawasan Pancuran 13 berhasil dievakuasi untuk menghindari potensi bahaya lanjutan. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, membenarkan kejadian ini dan menegaskan bahwa kondisi banjir saat ini telah berangsur surut.
Pascakejadian, aparat kepolisian dari Polres Tegal segera mengamankan area terdampak dengan memasang garis polisi dan menutup sementara akses menuju Pancuran 13 dan Pancuran 5 demi keselamatan pengunjung dan untuk mencegah risiko lanjutan. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni, menyampaikan bahwa secara umum kawasan wisata Guci masih aman untuk dikunjungi, namun fasilitas yang terdampak belum bisa digunakan dan pembersihan akan segera dilakukan. Saat ini, BPBD Kabupaten Tegal bersama tim terkait masih melakukan penelusuran dari hulu hingga hilir sungai untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan yang mengancam permukiman warga di wilayah hilir. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Beberapa warganet di media sosial mengaitkan banjir bandang ini dengan dugaan aktivitas penambangan dan alih fungsi lahan di lereng Gunung Slamet, sementara seorang warga bernama Amar menduga penyebabnya adalah intensitas hujan tinggi.