Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pesisir Jakarta Diterjang Rob: Jalan Depan JIS dan 16 RT Terendam Banjir Pasang

2025-12-06 | 15:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-06T08:19:55Z
Ruang Iklan

Pesisir Jakarta Diterjang Rob: Jalan Depan JIS dan 16 RT Terendam Banjir Pasang

Banjir rob kembali melanda pesisir Jakarta dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan genangan di puluhan Rukun Tetangga (RT) dan ruas jalan vital. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya 16 RT dan tiga ruas jalan terdampak hingga Kamis (4/12/2025), termasuk area di depan Jakarta International Stadium (JIS). Hingga Sabtu (6/12/2025) siang, 16 RT di Jakarta dan satu ruas jalan masih terendam banjir rob.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, genangan ini dipicu oleh fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan Purnama dan Perigee (Supermoon). Kondisi tersebut telah diprediksi melalui peringatan dini banjir pesisir (rob) dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok yang berlaku untuk periode 1 hingga 10 Desember 2025. Dampaknya, Pintu Air Pasar Ikan sempat mencapai status Bahaya atau Siaga 1.

Wilayah yang paling terdampak meliputi Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu dan beberapa kelurahan di Jakarta Utara. Di Kepulauan Seribu, genangan terjadi di Kelurahan Pulau Harapan, Pulau Pari, Pulau Tidung, dan Pulau Panggang dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 30 sentimeter. Sementara di Jakarta Utara, Kelurahan Pluit dan Marunda juga mengalami genangan rob setinggi 10 hingga 50 sentimeter di beberapa titik.

Salah satu ruas jalan yang turut tergenang adalah Jalan RE Martadinata, Kelurahan Papanggo, Kecamatan Tanjung Priok, tepat di depan Jakarta International Stadium (JIS). Ketinggian air di lokasi ini dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter, meskipun masih dapat dilalui kendaraan bermotor pada Jumat (5/12/2025) pagi. Selain itu, dua lokasi di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, yakni Jalan Magot dan Elbok serta area depan Puskesmas dan samping Lapangan Futsal, juga terendam dengan ketinggian 10-15 cm.

Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel ke seluruh titik terdampak untuk melakukan pemantauan, penyedotan air, serta memastikan fungsi tali-tali air berjalan optimal. Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) juga turut berkoordinasi dalam upaya penanganan. Lebih dari 600 pompa telah disiapkan di kawasan berisiko banjir rob. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa berbagai upaya mitigasi, termasuk pengaktifan pompa dan pembuatan tanggul darurat, telah dilakukan.

Fenomena rob ini diprediksi mencapai puncaknya pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB dan diimbau agar masyarakat tetap waspada hingga 10 Desember 2025. Selain faktor pasang air laut dan Supermoon, penurunan muka tanah (land subsidence) akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan serta buruknya sistem drainase juga disebut sebagai penyebab utama kerentanan Jakarta terhadap rob.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengakselerasi pembangunan tanggul pengaman pantai melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A sepanjang 39 kilometer. Optimalisasi sistem polder pengendali rob dan pembatasan penggunaan air tanah melalui kebijakan Zona Bebas Air Tanah juga menjadi fokus untuk menahan ancaman banjir rob di masa mendatang. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi layanan darurat 112 jika terjadi keadaan darurat.