:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427998/original/035681700_1764471655-IMG_8516.jpeg)
Pandan, Tapanuli Tengah – Seorang ibu menjadi korban meninggal dunia dalam insiden berebut beras di gudang Bulog Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Sabtu, 29 November 2025. Tragedi memilukan ini dipicu oleh krisis pangan parah yang melanda warga pascabencana banjir dan tanah longsor yang mengisolasi wilayah tersebut selama berhari-hari. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengonfirmasi kabar duka ini, menyebutkan bahwa korban merupakan seorang ibu yang meninggalkan seorang anak yang kini masih menjalani perawatan medis akibat luka-luka.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Tapteng dan Kota Sibolga sejak 24-25 November 2025 telah menyebabkan lumpuhnya infrastruktur vital, termasuk putusnya jalur logistik, padamnya listrik total, dan terganggunya jaringan komunikasi. Kondisi ini mengakibatkan ribuan warga terisolasi dan kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok, terutama makanan, selama lebih dari tiga hari. Keterlambatan bantuan pemerintah menjadi pemicu utama aksi penjarahan yang meluas.
Gudang Bulog Sarudik di Kota Sibolga diserbu ratusan warga yang kelaparan setelah lima hari bertahan tanpa suplai makanan. Dalam insiden tersebut, warga berdesak-desakan dan dilaporkan beberapa orang tertimpa karung beras, menyebabkan korban jiwa. Selain ibu yang meninggal dunia, beberapa sumber awal menyebutkan empat orang tewas akibat desakan dan tertimpa beras. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, kemudian mengkonfirmasi adanya dua korban jiwa dalam insiden di gudang Bulog.
Tidak hanya gudang Bulog, tujuh gerai minimarket di Tapteng dan Kota Sibolga juga menjadi sasaran penjarahan oleh warga yang mengambil berbagai kebutuhan pokok seperti makanan, minuman kemasan, gula, dan sabun. Sebanyak 16 warga yang diamankan oleh Polres Sibolga terkait penjarahan minimarket kini berpeluang menjalani restorative justice (RJ). Kasi Humas Polres Sibolga, AKP Suyatno, menyatakan adanya petunjuk dari pimpinan untuk menyelesaikan tindak pidana melalui dialog dan mediasi tersebut.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melalui Gubernur Bobby Nasution, menegaskan tidak sepenuhnya menyalahkan tindakan warga mengingat kondisi bencana yang sangat memprihatinkan. Saat ini, petugas gabungan TNI dan Polri melakukan pengawalan ketat terhadap sejumlah minimarket dan swalayan guna menghindari penjarahan susulan. Fokus pemerintah saat ini adalah memulihkan distribusi bantuan ke daerah-daerah terisolir, termasuk melalui jalur udara ke wilayah seperti Tukka dan Lumut yang masih tanpa akses darat. Namun, situasi di lapangan masih diwarnai antrean panjang untuk beras dan BBM, serta banyak toko sembako yang masih tutup, menunjukkan bahwa krisis belum sepenuhnya teratasi.