Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pemuda Yogya Tewas Dikeroyok Teman: Konflik Barang di Kost Berujung Maut

2025-12-03 | 23:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T16:20:43Z
Ruang Iklan

Pemuda Yogya Tewas Dikeroyok Teman: Konflik Barang di Kost Berujung Maut

Seorang pemuda berinisial NP (25) ditemukan meninggal dunia dengan luka parah di sekujur tubuhnya di teras rumah seorang warga di Wirobrajan, Kota Yogyakarta, pada Senin pagi, 1 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WIB. Korban diketahui merupakan anak tunggal. Kepolisian Resor Kota Yogyakarta dengan cepat berhasil meringkus empat tersangka pelaku pengeroyokan yang berujung maut ini.

Empat pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka adalah GS (23), ST (24), RZ (18), dan RM (23). Mereka semua merupakan teman korban. Motif di balik pengeroyokan sadis ini adalah dendam terkait persoalan tunggakan biaya sewa kos dan barang-barang milik korban yang tak kunjung dipindahkan dari rumah orang tua salah satu pelaku, ST, di Mlati, Kabupaten Sleman. Permasalahan ini telah berlangsung sekitar satu tahun lamanya.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, dalam konferensi pers pada Rabu, 3 Desember 2025, menjelaskan bahwa NP dan ibunya sebelumnya menyewa kamar kos di rumah orang tua ST. Karena kesulitan ekonomi, korban dan ibunya tidak sanggup lagi membayar sewa kos. Ibu korban kemudian dititipkan ke panti sosial, sementara NP ditampung di rumah kenalannya, Kirdiyono, di Wirobrajan, yang kelak menjadi lokasi penemuan jenazah korban. Namun, barang-barang milik NP masih tertinggal di kos milik ST. ST berulang kali meminta korban untuk memindahkan barang-barangnya, tetapi permintaan tersebut selalu dijawab "nanti" oleh korban dan tak kunjung dipenuhi, memicu kekesalan para pelaku.

Kronologi kejadian bermula pada Minggu malam, 30 November 2025, sekitar pukul 19.00 WIB, ketika tersangka GS dan ST mencari korban di rumah Kirdiyono. Mereka kemudian bertemu korban di depan sebuah minimarket di Jalan S. Parman, Mantrijeron, untuk membicarakan masalah tunggakan kos dan barang. Pembicaraan itu tidak menemukan titik temu.

Selanjutnya, sekitar pukul 23.00 WIB di malam yang sama, tersangka GS dan ST kembali bertemu korban bersama saksi D di depan Pasar Klitikan saat korban hendak membeli martabak. Di lokasi inilah pengeroyokan pertama kali terjadi, di mana GS dan ST memukuli korban menggunakan helm dan tangan kosong hingga NP tidak sadarkan diri. Korban yang pingsan kemudian dibawa ke halaman Kantor GMNU Sudagaran, di mana ia dipukuli lagi oleh para pelaku. Di tempat itu, tersangka lain, RZ dan RM, turut memukuli korban. Setelah pengeroyokan, korban yang sudah tidak sadarkan diri dibawa pulang dan ditinggalkan di teras rumah Kirdiyono di Wirobrajan sekitar pukul 01.00 WIB. Sepanjang perjalanan saat dibonceng dalam kondisi tidak sadar, kaki korban terseret aspal, menyebabkan luka parah dan banyak mengeluarkan darah.

Korban ditemukan pada Senin pagi dengan luka lebam di kedua mata, luka sobek di bagian belakang kepala, serta kaki kanan yang mengeluarkan darah. Polisi menyebut semua pelaku memiliki peran yang sama dalam pengeroyokan ini. Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menambahkan bahwa polisi masih mendalami nominal tunggakan biaya kos korban kepada pelaku.